West Papua : Nicolaas Jouwe : Membangun tanah Papua bersama rakyat Indonesia lainnya.

Nicolaas JouweTokoh pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama 40 tahun bermukim di Belanda, Nicolaas Jouwe (86), akhirnya kembali ke Indonesia dan mengajak seluruh rakyat Papua untuk membangun tanah Papua bersama rakyat Indonesia lainnya.

Kedatangan kembali NJ ke Indonesia disambut Menko Kesra Agung Laksono di kantor Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) di Jakarta, Selasa 12 Januari 2010. Dalam press com setelah pertemuaannya dengan Menkokesra, NJ menyatakan  “Papua merupakan daerah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tanah Air Indonesia yang wilayahnya dari Sabang hingga Merauke,”. Selain itu, dengan tegas Nicolaas menyatakan bahwa suara-suara yang dilontarkan oleh mereka yang masih mengaku sebagai anggota OPM hanya omong kosong belaka.

“Itu hanya suara anak-anak muda yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka hanya bisa berteriak, ‘OPM, OPM merdeka…, padahal tidak tahu apa-apa,” ujar Nicolaas yang duduk diapit oleh Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Perhubungan Fredy Numberi.

NJ menjelaskan, seperti halnya dengan persoalan di belahan dunia lainnya, yang terjadi di Papua juga masalah perut. “Untuk itu saya senang pemerintah Indonesia tak henti-hentinya membangun Tanah Papua demi kesejahteraan rakyatnya. Kita ini satu bangsa, dan satu negara Indonesia yang berwilayah dari Sabang hingga Merauke,”. Kepulangan NJ ke Tanah Air Indonesia untuk selama-selamanya.

Niat dan tekad NJ yang sungguh-sungguh dalam membangun Papua bersama rakyat Papua dan masyarakat Indonesia lainnya tercermin dengan pernyataannya yang mengatakan “saat ini yang diperlukan bukanlah dialog, tapi bagaimana kita membuat program bersama pemerintah Indonesia dan mensukseskan program tersebut guna kesejahteraan rakyat Papua”. Hal ini disambut hangat Menko Kesra Agung Laksono yang mengemukakan bersama-bersama membangun Papua lebih baik lagi.

Lebih lanjut, NJ menjelaskan dirinya telah merasa “ditipu” oleh pemerintah Belanda saat itu karena pada kenyataannya selama puluhan tahun di Belanda tidak mendapat dukungan perjuangannya dari Belanda dan negara-negara lain di dunia.

Dengan kepulangan NJ, saya melihat akan berdampak baik bagi Papua secara khusus dan Indonesia secara keseluruhan. Penyelesaian Papua dari segi pendekatan kesejahteraan akan dapat terealisasi tanpa kekerasan. Sependapat dengan NJ yang diperlukan sekarang adalah bagaimana mendukung, berpartisipasi dan mensukseskan program-program yang telah pemerintah Indonesia berikan bagi Papua seperti Otonomi Khusus dan tidak lagi berbicara tentang merdeka, dialog atau apapun itu. Terlebih, NJ memberikan pelajaran bagi rakyat Papua lainnya bahwa tidak ada gunanya berangan-angan ingin merdeka karena kenyataannya tidak ada yang bersimpati dan mendukung perjuangan mereka serta lebih mendukung untuk mengelola apa yang telah diberikan pemerintah Indonesia kepada Papua dengan sebaik mungkin. Hal inilah yang mendorong NJ kembali ke tanah kelahirannya, Papua.

Kepulangan dan kembalinya NJ dirasa baik, mengingat ‘kehausan’ akan tokoh/figur rakyat Papua yang menjadi tauladan di tanah Papua guna menata kehidupan rakyat Papua semakin lebih baik. Sudah saatnya seluruh rakyat Papua mendukung apa yang menjadi cita-cita NJ membangun Papua dan hendaknya menghindari timbulnya kembali kekerasan akibat ketidaksepahaman.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s