THE TRULY BENNY WENDA

Istilah apakah yang paling tepat diberikan kepada seseorang seperti Benny Wenda seorang pemuda Papua yang mengaku memperjuangkan rakyat Papua di luar negeri? Pembohong publik dan penipu sepertinya sebuah gelar yang cocok diberikan kepada Benny Wenda. Tidak ada yang lebih mengherankan saat Benny bercerita tentang keadaan Papua saat ini, padahal dia berada jauh di Inggris. Benny menceritakan tentang Papua yang terpencil, kemiskinan, tertinggal dalam pembangunan, rendahnya pendidikan, yang semuanya sengaja diarahkan bahwa masyarakat Papua terlantar. Beberapa daerah di Papua memang terpencil karena geografis daerahnya yag bergunung-gunung, kemiskinan tidak hanya terjadi di Papua, dan SDM anak-anak Papua tidak rendah karena banyak anak Papua yang bersekolah di universitas-universitas terkenal di Jawa dan ikut dalam olimpiade-olimpiade ilmu pengetahuan tingkat internasional. Hal-hal tersebut tidak pernah didengar oleh Benny Wenda karena dia hanya menerima informasi dari media dan orang-orang yang sepaham dengan dia saja, bahwa Papua tertindas.

Benny Wenda tinggal di Inggris sejak tahun 2002. Dia melarikan diri dari Jayapura saat masih menjadi “pesakitan” di pengadilan karena kasus pembunuhan yang dilakukannya. Interpol telah memasukkan Benny Wenda di Daftar Pencarian Orang (DPO) karena kasusnya tersebut. Sangat disayangkan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris belum memiliki perjanjian ekstradisi sehingga Benny Wenda belum bisa disentuh oleh aparat hukum yang berwenang.

Selama di Inggris, Benny Wenda aktif berkampanye tentang keadaan masyarakat  Papua yang menurutnya sudah tertindas berpuluh-puluh tahun. Benny mengklaim membentuk International Lawyer for West Papua dan International Parliament for West Papua untuk membantu dia dalam perjuangannya, namun kedua lembaga tersebut digunakan untuk mendapatkan dana agar bisa bertahan hidup di Inggris. Pembohongan publik yang dilakukannya menarik simpati dari pemuda dan masyarakat Papua yang bersedia memberikan dana dan bantuan untuk membiayai hidup Benny Wenda di Inggris. Para donatur ini tidak mengetahui bahwa kegiatan kampanye yang selama ini dilakukan oleh Benny Wenda hanya bersifat kedok agar tetap mendapatkan dana  untuk membiayai hidupnya dan keluarganya. Belum lagi sosok Dominic Brown, seorang intelektual, jurnalis, aktivis, dan juga penasihat politik Benny Wenda. Brown dapat dikatakan menjadi sutradara, berada dibelakang layar kegiatan Benny Wenda selama di Inggris. Brown yang memberikan instruksi kepada Benny Wenda untuk melakukan kampanye di jalanan di Inggris ataupun  di Kedutaan Besar Indonesia. Kegiatan Benny Wenda untuk memperjuangkan Papua tidak lebih dari sekedar instruksi dari Brown. Benny Wenda tidak mempunyai pilihan lain karena jika menolak maka sama dengan penghentian dana untuk biaya hidup dia dengan keluarganya.

Sekarang Benny ketakutan untuk kembali ke Papua karena harus mempertanggung jawabkan kejahatannya. Apalagi selama ini Benny juga mengatakan bahwa Otsus tidak memberikan manfaat dan kemajuan bagi Papua. Sosok seperti Benny yang tinggal di Inggris sudah pasti tidak akan bisa mengetahui kemajuan-kemajuan yang dialami oleh Papua. Benny hanya mendengarkan informasi yang ingin dia dengar tentang kondisi Papua. Kondisi Papua yang ingin didengar oleh Benny adalah kondisi tertinggal jaman, susah, melarat, miskin, tidak berpendidikan, diskriminasi dan lain-lain. Papua sudah berubah, teknologi dunia modern ternyata belum bisa mencerdaskan pemikiran Benny tentang Papua. Benny seperti murid yang bodoh dan malu untuk belajar, kesepian dan suka berbohong untuk menutupi kebodohannya. Dukungan terhadap Benny Wenda di Inggris semakin berkurang terutama masalah pendanaan. Mungkin pilihan untuk kembali ke Indonesia bisa saja terlintas dalam pikiran Benny, namun rasa malu dan ketakutan yang begitu besar masih menghantui dia, akibat perbuatan dan kelicikan dia selama ini.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s