Does West Papua Have A Publicity Problem?

(Kritisi atas pernyataan Akihisa Matsuno, seorang Professor di Sekolah Internasional Osaka Kebijakan Publik yang mengkhususkan diri tentang Indonesia, dalam Comprehending West Papua di University Of Syndey Australia)

Professor Matsuno berkunjung ke Sydney pekan lalu untuk berbicara tentang permasalahan yang berkembang di Papua (West Papua), sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Perdamaian dan Konflik Universitas Sydney dan dihadiri oleh banyak tokoh Papua Barat.

Professor Akihisa Matsuno mengawali presentasinya dengan penggambaran situasi di Afrika Utara, dia mengatakan “Protes di Afrika Utara telah memicu pembaharuan kepentingan hak warga negara”- Matsuno juga menyampaikan pandangannya tentang Indonesia dengan pernyataan “Indonesia berbeda dari Birma, yang merupakan semacam negara paria, atau negara-negara Afrika Utara yang kita tahu despotis,”- “Di Indonesia, presiden terlihat baik, dia bukan seorang diktator, dia hanya orang biasa, seperti presiden negara-negara berkembang biasa lainnya, sehingga lebih sulit bagi orang untuk mengutuk dia”.

“Saya pikir apa yang terjadi di Papua Barat adalah genosida dalam bentuk fisik dan budaya,” kata Akihisa Matsuno. “Paling tidak kita harus mengatakan bahwa itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kaitannya dengan pemusnahan sistematis penduduk sipil yang disengaja, luas dan berkelanjutan. “Kami Tidak tahu persis berapa banyak orang yang telah meninggal beberapa orang mengatakan 300.000, beberapa setengah juta”-“tetapi kenyataan bahwa mungkin kita tidak tahu adanya kelalaian dalam dirinya sendiri”.

Bagaimana dia dapat menyimpulkan bahwa itu genosida ? data dan informasi yang dimiliki tidak valid dan tidak dapat dipertanggung jawabkan, bahkan komentar terakhir menyebutkan bahwa korban terjadi  dikarenakan kelalaiannya sendiri ! jika menjadi korban karena kelalaian sendiri bagaimana bisa dikategorikan sebagai tindakan genosida ?

Dalam presentasi pemikiran, Professor Matsuno mengatakan kepada para delegasi konferensi bahwa mereka yang menyerukan kemerdekaan di Papua Barat selalu menerbitkan situasi yang mengerikan di provinsi Papua saat ini untuk mendukung klaim mereka, daripada meninjau ketidakadilan di masa lalu dan menarik pada perjanjian internasional yang melindungi universal hak untuk menentukan nasib sendiri sendiri. Itulah keadaan yang selalu digaungkan oleh pihak yang mengatasnamakan Papua (West Papua) dengan menerbitkan situasi yang mengerikan, memutarbalikan fakta sebenarnya, meminta simpati dengan mendramatisir keadaan,  sedangkan terhadap fakta yang ada mereka tutup mata, tutup telinga.

Opini Internasional tentang penentuan nasib sendiri telah berubah, Matsuno mengatakan dalam konferensi tersebut, dan ini dapat dilihat dengan jelas pada contoh internasional baru-baru ini. Kosovo memisahkan diri dari Serbia, dipandang bukan sebagai hak, tetapi sebagai obat untuk situasi yang tidak berkelanjutan. Matsuno mengatakan ini merupakan perbedaan yang sangat penting.

Matsuno percaya bahwa ini sangat relevan dengan klaim Indonesia atas Papua Barat. “Jika penafsiran ini benar, dunia sekarang cenderung melihat masalah penentuan nasib sendiri tidak dalam hal legalitas asli itu sendiri melainkan dalam hal situasi kontemporer melayani moralitas dalam batas-batas negara,”.

Matsuno juga memperingatkan suatu hambatan yang besar terhadap dukungan internasional untuk Papua Barat mengenai penentuan nasib sendiri, hal ini karena sudah menjadi sejarah PBB terlibat dalam masalah ini. “Secara historis, PBB mengakui penggabungan Papua Barat ke Indonesia, itu adalah noda pada catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga sangat sulit untuk mendapatkan masalah tersebut kembali dalam agenda politik di PBB karena semua orang merasa bersalah,” katanya. Disini jelas sekali bahwa Professor Matsuno menyadari betul bahwa mulai dari masa kolonialisme dan pembagian wilayah jajahan hingga masa akhir perang dunia ke dua telah menjadi kesepakatan Internasional bahwa Papua Barat merupakan bagian dari NKRI. Hal tersbut juga telah di akui oleh dunia internasional bahwasanya Papua dan Papua Barat adalah bagian integrasi yang tidak terpisahkan dalam Republik Indonesia. Tidak ada kata “Salah” dalam sejarah !

Argumen untuk kemerdekaan Papua Barat selalu mengatasnamakan masa lalu, sangat tidak relevan dengan situasi saat ini yang ada di Tanah Papua. Perkembangan pembangunan begitu pesat bahkan tidak ada kesan ketertinggalan dengan daerah lain di Indonesia, bahkan mungkin lebih maju dibanding dengan Wilayah Afrika Utara yang disebutkan oleh Professor Matsuno.

“Papua Barat kalah perang informasi,” lanjut Matsuno, dan dengan memblokir semua akses ke media, Indonesia jelas menang. Dengan demikian, mereka dan pendukung mereka perlu untuk “meningkatkan upaya untuk mendapatkan informasi keluar dengan cara apapun”, dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan dan mengelola.

Di era globalisasi ini tidak ada akses informasi yang dapat dihambat, semua akses informasi terbuka luas dengan adanya media internet, semua informasi dapat diakses kapanpun, dimanapun dan dari manapun ! justru segelintir pihak yang mengatasnamakan Papua (West Papua) memutarbalikan informasi untuk menyerang Indonesia, jadi argumen tentang keterbatasan informasi menjadi sangat tidak relevan untuk dijadikan perdebatan “Menang-Kalah”. Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua sekali lagi sejarah membuktikan.

“Secara strategis, kita semua harus berpikir tentang bagaimana kita dapat memenangkan pertempuran informasi.”

Dan tanggapan terakhir untuk Professor Matsuno :“ It’s a fact that they lose the war, and We definitely won the battle! ”

– Jefri Waromi –

GERAKAN MAHASISWA PAPUA INDONESIA (GMPI)

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s