Organisasi Papua Merdeka (OPM) Pecah !

Sekelompok orang yang menyatakan diri sebagai pejuang pembebasan rakyat Papua atau lebih dikenal dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), melakukan perlawanan terhadap pemerintah Indonesia untuk menuju sebuah kemerdekaan, namun bagaimanakah perjalanan perjuangan OPM ? Dalam perjuangan mereka, akhir-akhir ini terjadi perpecahan didalam tubuh sendiri.

Setelah meninggalnya beberapa tokoh penting yang dianggap sebagai “Panglima” seperti Theys Aluay Panglima wilayah Jayapura, Kelik Kwalik Panglima Wilayah Timika dan Melkianus Awom Panglima wilayah Biak Numfor, perjuangan mereka sudah mulai terlihat sangat surut dan yang terjadi kemudian muncul friksi yang lebih memperjuangkan kepentingan individual para petinggi OPM.

Kepemimpinan para pejuang Papua yang dilimpahkan kepada anak-anaknya sebagai garis keturunan adat, tidak banyak membuahkan hasil seperti harapan rakyat Papua menuju referendum, bahkan perjuangan mereka cedurung menurun. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa anggota kelompok OPM yang tidak sejalan lagi dengan pemimpin baru mereka atau perebutan kursi kepemimpinan antar keturunan/keluarga. Seperti yang terjadi di wilayah perjuangan Biak Numfor, dimana Mika Awom anak kedua dari Melkianus Awom Panglima OMP Wilayah Biak Numfor tidak sejalan dengan Panglima OPM Biak Numfor saat ini, Kabor Awom yang notabene kakak dari Mika Awom, sehingga Mika Awom sering berada di Biak Kota untuk bergabung dengan masyarakat adat lain dan meninggalkan militansi perjuangan Papua Merdeka.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Wanimo, dimana setelah penyerahan jabatan Panglima OPM  dari Mathias Wenda kepada Angitok Kogoya, terjadi perselisihan hingga menimbulkan bentrokan bersenjata antara Mathias Wenda dan Angitok Kogoya yang mengakibatkan dua orang anak buah Mathias Wenda tewas.

Keberadaan kelompok pejuang pembebasan rakyat Papua/Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak hanya menjadi lawan bagi aparat keamanan, dan menyebabkan militer harus terus melakukan operasi di tanah Papua kita tercinta, di sisi lain masyarakat Papua sendiri di wilayah Pegunungan yang merupakan markas OPM seringkali merasa terganggu oleh kegiatan mereka. Seperti yang disampaikan oleh salah satu kepala kampung Distrik Mewoluk Tinggi Nambut Sem Purleme, bahwa mereka sering turun ke perkampungan dengan paksa meminta bahan makanan, bahkan kadang-kadang terjadi pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Apakah ini yang disebut sebagai “pejuang kemerdekaan Papua” atau justru membenarkan anggapan sebagai kalangan bahwa OPM merupakan gerombolan bersenjata yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat Papua yang cinta damai?

Contoh lain tindakan OPM yang meresahkan masyarakat Papua adalah, kejadian penembakan terhadap masyarakat Papua pada tanggal 14 April 2010, dimana terdapat tiga karyawan PT. Modern menjadi korban meninggal dunia yaitu Ellymus Ramanday, Hans Ling Satya dan Hasbullah, padahal dua korban meninggal tersebut merupakan rakyat asli Papua. Patut disayangkan organisasi yang menyatakan berjuang untuk kepentingan rakyat atau bangsa Papua, tetapi kenyataannya justru merampas bahkan menghilangkan nyawa rakyatnya sendiri.

Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat Papua di tengah-tengah keterbelakangan yang harus diperjuangkan untuk dihilangkan, menjadi semakin bertanya-tanya, ….apa peran OPM bagi perjuangan orang asli Papua untuk mencapai kesejahteraan?

Melihat fakta-fakta yang ada, yang terjadi justru sebaliknya. Sebenarnya untuk siapa OPM berjuang? Mungkinkah ini hanya permainan politik tingkat tinggi antar elit politik Papua dan Jakarta, atau memang benar-benar perjuangan idealisme. Fakta yang sudah berbicara.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s