Hidup di Papua lebih baik dari Australia

Harapan untuk hidup yang lebih sejahtera di Negara tetangga sempat terlintas oleh beberapa warga Papua. Sebanyak 43 orang masyarakat Papua mencari suaka dan mencoba mewujudkan impiannya, bahwa hidup di Australia akan lebih baik dari pada di Indonesia, akan tetapi harapan tersebut pupus dan benar-benar hanya sebuah impian belaka.

Para pencari suaka tersebut yang dipimpin oleh Herman Wainggai, pada bulan Januari 2006, berlayar dari Merauke dengan tujuan Australia, tetapi mereka tersesat di Selat Torres Australia, dan ditemukan oleh Aparat Keamanan Australia di kawasan Cape York, mereka lalu diterbangkan dengan pesawat militer pada Kamis malam ke Christmas Island, sebuah pulau di kawasan Samudera Hindia di wilayah Australia.

“Para lelaki akan ditempatkan di Pusat Tahanan Phosphate Hill, sementara para perempuan dan anak-anak akan ditempatkan di perumahan staf Tahanan Phophate,” kata juru bicara Departemen Imigrasi Sandi Longan.

Salah satu pencari suaka Jubel Kareni, sekarang menetap di kepulauan Yapen setelah Pemerintah Indonesia dengan berbagai upaya dan kemudahan memulangkan kembali ke Papua. Jubel merasa sebagai korban kebohongan pemimpin pencari suaka itu sendiri, Herman Wainggai. “saya rasa ini yang terbaik bagi saya, kembali ke Indonesia dan membangun Papua, selain itu saya juga meminta kepada teman-teman yang masih ada di Australia untuk kembali ke Indonesia, jangan termakan isu dan digunakan sebagai alat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab seperti Herman”, tutur Jubel.

Belajar dari  pengalaman Jubel Kareni, sudah selayaknya masyarakat Papua semakin terbuka wawasannya, bahwa impian untuk menjalani hidup yang lebih sejahtera di negara asing, tidak semudah membalikan telapak tangan. Papua sudah diberikan kekayaan Alam oleh Tuhan yang sangat berlimpah, rakyat Papua harus dapat memberdayakan kekayaan alam tersebut, sehingga kelak rakyat Papua  akan menjadi “Tuan” di negerinya sendiri.

Terlebih dari pada itu, semestinya masyarakat harus waspada terhadap kepentingan segelintir orang Papua untuk memanfaatkan rakyat Papua, yang sering diistilahkan “PMP” Papua Makan Papua,  sehingga rakyat Papua harus jeli membedakan mana yang benar-benar memperjuangkan aspirasi dan mana kepentingan politik.

Sebelumnya, pada tanggal 20 Oktober 2008, korban penipuan pencari suaka asal Papua mendatangi Komnas HAM Jakarta, untuk mengadukan penipuan konspirasi politik yang telah dilakukan oleh  Herman Wainggai. “Kami telah dibohongi oleh Herman Wainggai dan menjadi korban konspirasi politik kelompok yang tidak senang kepada Indonesia,” ujar Yubel kepada wartawan, Senin 20 Oktober 2008. “Herman adalah orang yang mengajak mereka untuk mencari suaka ke Australia tahun 2005 lalu”  Saat berangkat, kata Yubel, ia dan 42 warga lainnya harus membayar uang Rp 7 juta per orang kepada Herman. Saat itu, sambungnya, ia dijanjikan akan mendapat pendidikan dan pekerjaan layak di Australia, tetapi setelah sampai di Australia, kami berpisah dan ternyata apa yang dijanjikan Herman Wainggai tidak terwujud.

“Saya berharap kepada teman-teman, tidak boleh mendengar isu-isu yang dikeluarkan oleh orang tidak bertanggungjawab seperti Yakob Rumbiak dan Herman Wainggai, sehingga merugikan kita sendiri sebagai rakyat Papua”, lanjut Jubel.

Pengalaman merupakan “guru” yang paling baik, hal itu yang sekarang di rasakan Jubel Kareni, menjalankan hidup sebagai nelayan merupakan kebahagiaan tersendiri, dibandingkan dengan hidup tanpa tujuan dan berangan-angan belaka.

Selain hidup sebagai nelayan, Jubel juga memberikan tenaganya untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, berusaha berjuang untuk membangun Indonesia dan Kabupaten Serui pada khususnya, dengan bergabung dalam Solidaritas Rakyat Anti Korupsi Kabupaten Serui.

Harapan Jubel, “membangun hidup yang lebih sejahtera di Papua Indonesia”.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s