KTT ILWP Gagal : Kabarnya Mr. Benny Wenda Kecewa

London – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang sedang digelar oleh International Lawyers for West Papua (ILWP) di Oxford, Inggris, 2 Agustus atau tanggal 3 Agustus waktu London, dilaporkan gagal menyepakati berbagai agenda sebagaimana yang sudah dirancang sebelumnya, karena Mr. John Saltford dari AS selaku saksi Pepera 1969 menganggap Act of Free Choice 1969 sudah sah sebagaimana Resolusi PBB 2504, sulit kami menentangnya sebagai kebijakan final. Sebagaimana dikutip dari Breaking News BBC London, Rabu (3/8).

Berdasarkan informasi, konferensi itu diselenggarakan di East School of the Examination Schools, 75-81 High Street, Oxford dengan mengangkat tema tentang kemerdekaan Papua Barat, yakni “West Papua – The Road to Freedom”. Lebih jauh dalam Breaking news BBC London, kemarin di London menunjukkan pukul 02.00, tepat tanggal 3 Agustus 2011, dimana waktu-waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Papua, karena ada hari penting berlangsungnya KTT ILWP untuk menentukan hari mendatang bangsa Papua, berpisah dengan bangsa Melayu yang sudah dianggap sebagai saudara kandungnya.

Menurut laporan, dari Lokasi KTT secara langsung sulit dilaporkan, sepertinya jalur info sengaja diblokir supaya unsur pembohongan dan sandiwara politik murahan tidak tersebar keluar.
“Tampaknya, pemerintah Inggris tidak terpengaruh oleh KTT illegal dan sama sekali tidak menanggapi serius, karena Faham Demokrasi Liberal yang sudah ratusan tahun dibangun,” kata laporan reporter BBC London.

Liputan BBC pun akhirnya memperoleh masukan dari Mr. Andrew Smith bahwa KTT ILWP gagal menyepakati berbagai Agenda yang sudah dirancang sebelumnya, Penyebab kegagalan karena Mr. John Saltford dari AS selaku saksi Pepera 1969 menganggap Act of Free Choice 1969 sudah sah sebagaimana Resolusi PBB 2504, sulit kami menentangnya sebagai kebijakan final, nanti banyak wilayah-wilayah pada saat itu meminta lepas, akan mempersulit keputusan PBB, sedangkan Mr. clement Ronawery selaku nara sumber yang diundang membenarkan pernyataan John. Sementara itu saat dikonfirmasi Wartawan BBC, Mr.Beny Wenda sebagai Pemimpin Papua Merdeka di Kerajaan Inggris tampak kecewa berat dan menghindar dari kejaran Wartawan.

Kasihan orang Papua tertipu lagi dan terus mengharap mimpi-mimpi yang sulit nyata. Demikian Liputan BBC London dari Oxford.

Sementara itu, Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan, Papua dan Papua Barat tetap bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia meski ada unjuk rasa dan konferensi di Inggris tentang kemerdekaan provinsi paling timur Indonesia itu. “Papua bagian dari NKRI, itu harus kita pertahankan,” kata Djoko ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/8).

Djoko meminta semua warga negara Indonesia mendukung pemikiran tersebut.
Dia menegaskan, pemerintah Indonesia terus mengedepankan pendekatan kemajuan ekonomi di Papua, dan tidak ada lagi pendekatan militer di Papua.

“Fokus di Papua adalah perekonomian di wilayah itu, ekonomi daerah,” katanya.
Oleh karena itu, Djoko meminta kepala daerah setempat mengimplementasikan program itu demi kesejahteraan bersama.
Djoko Suyanto menyatakan hal itu ketika diminta komentar tentang konferensi yang sedang digelar oleh International Lawyers for West Papua (ILWP) di Oxford, Inggris.

Sejumlah orang hadir sebagai pembicara konferensi yaitu pemimpin kemerdekaan masyarakat Papua Barat Benny Wenda, ahli Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 John Saltford, dan saksi Penentuan Pendapat Rakyat tahun 1969 Clement Ronawery.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s