West Papua : Komandan Regu OPM Doyan Wanita

Komandan Regu OPM Wilayah Yambi Mulia, Werrius Telenggen yang tewas dalam sebuah penyergapan oleh TNI/Polri di kampung Goburuk Puncak Jaya, Senin 17 Mei lalu, meninggalkan kenangan pahit di tengah-tengah masyarakat Puncak Jaya. Selain dikenal sadis karena kerap melakukan penembakan dan pembunuhan, ia juga dipandang sangat menyukai wanita-wanita kampung, tak perduli wanita itu sudah berkeluarga atau masih gadis, jika Werrius Telenggen sudah terpikat, tak akan segan-segan memiperkosa bila keinginannya ditolak. Bahkan tidak tanggung-tanggung, hal itu bisa dilakukan didepan suami atau orang tua korbannya, seperti yang dialami Sem Telenggen, Kepala Kampung Pruleme Distrik Mulia, istrinya sebut saja bernama Bunga, diperkosa didepannya sendiri, Februari lalu. Berikut penjelasan Sem Telenggen kepada wartawan di Jayapura Jumat 21 Mei. Peristiwa naas itu terjadi ketika ia dan istrinya menuju Tingginambut dengan menggunakan sepeda motor. Setibanya di kampung Puncak Senyum, mereka dicegat sekelompok orang yang belakang diketahui adalah Werrius Telenggen dan puluhan pengikutnya. Lantas, suami istri itu di suruh turun dari motor, dan kemudian digeledah, ternyata beberapa dari antara pengikut Werius Telenggen ada yang mengenal Sem Telenggen sebagai pejabat Kepala Kampung. “Kebetulan saat itu ada yang mengenal saya, lalu mengatakan saya adalah antek-antek pemerintah RI, sehingga harus diberi pelajaran,’’ucap Sem. Mengetahui dirinya adalah kepala kampung, Werius Telenggen berang, saat itu ia berusaha akan menembak. Namun, pikirannya berubah setelah melihat istrinya. Lalu ia kemudian memerintahkan istri Sem Telenggen melepaskan pakaiannya dibawah todong senjata. selanjutnya memperkosanya di depan suaminya sendiri. “istri saya, diperkosa di depan mata saya sendiri, tapi saya tidak berdaya,’’ tukas Sem Telenggen didampingi istrinya yang terlihat masih trauma. Saat istrinya diperkosa, Sem Telenggen melihat kesempatan untuk melarikan diri, ia pun lari tunggang langgang dari lokasi kejadian menuju Pos keamanan terdekat melaporkan peristiwa itu. Bersama aparat keamanan, ia kemudian menuju lokasi untuk menolong istrinya, tapi Werius Telenggen dan puluhan pengikutnya sudah meninggalkan lokasi. Hanya istrinya yang ditemukan dalam kondisi tak berdaya. “Saya bersama istri saat itu juga membuat laporan resmi mengenai kejadian itu ke Polres Puncak Jaya,’’jelasnya. Menurut Sem Telenggen, peristiwa yang menimpa istrinya bukan kali pertama terjadi, banyak wanita-wanita kampung yang diperkosa Werius Telenggen dan para pengikutnya. Sehingga warga Puncak Jaya sebenarnya sudah sangat resah dengan ulahnya. “Kami warga Puncak Jaya terutama yang dikampung-kampung sudah trauma dengan ulah Werius Telenggen yang kerap memperkosa dan merampas harta warga berupa tanaman dan ternak,’’ ucapnya. Bahkan, Sem menambahkan, jika kelompok Werius Telenggen kerap mendatangi kampung, lantas mengeluarkan tembakan. Setiap tembakan yang keluar, warga dipaksa harus membawarnya seharga Rp 1 Juta. “Mereka kerap datang mengelilingi kampung, lalu setiap peluru yang dimuntahkan dari senjata mereka, harus diganti warga,’’ tandasnya. Lebih lanjut dikatakan Sem, tindakan aparat keamanan yang saat ini melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis itu sangat didukung warga, agar aksi-aksi mereka bisa dihentikan. Sebab warga kampung juga butuh hidup yang aman dan tentram.‘’kami warga kampung juga punya hak untuk hidup tenang, aparat harusnya bisa menjamin itu,’’ujarnya. Sem menambahkan, saat ini sejumlah warga terutam dari kampungnya, banyak yang memilih meninggalkan Puncak Jaya menuju Jayapura untuk sementara, menunggu sitausi benar-benar kondusif. Termasuk ia, istri dan anak-anaknya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s