1 DESEMBER 2011, PAPUA TETAP AMAN

Kegiatan Masyarakat Papua berjalan dengan normal

 

Entah apa yang terlintas dalam benak “mereka” yang sengaja menebar isu dan telah meresahkan hampir seantero Tanah Papua beberapa hari belakangan ini terkait HUT Kemerdekaan Bangsa Papua pada tanggal 1 Desember 2011.
Isu yang telah menyerebak luas dan mengakibatkan keresahan tersebut sangat dirasakan oleh para pendatang/perantau atau biasa disebut “amber” karena kabarnya berkaitan dengan tanggal dimaksud Bendera Bintang Kejora yang merupakan sebuah simbol serta semangat perjuangan Papua Merdeka akan dikibarkan di seluruh Papua, sebagai sebuah pertanda tegas bahwa Papua akan merdeka dan serta merta terlepas dari NKRI.
Bukan hal itu saja, beragam opini yang berkembang berkaiatan dengan hal itupun semakin diarahkan kepada hal-hal yang telah berbau SARA yang bersifat deskriminatif serta berujung pada tindakan anarkis yang akan dilakukan untuk mengeluarkan seluruh pendatang yang mungkin telah sedari lahir hingga besar dan hidup di Tanah Papua.
Namun kekhawatiran sebagian masyarakat Papua tidak terbukti, walaupun media massa memberitakan dibeberapa wilayah Papua berkibar bendera Bintang Kejora, tetapi Papua tetap kondusif dan masyarakat tetap melakukan aktifitas seperti biasa, sama seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Djoko Suyanto “secara umum kondisi di Papua aman saat HUT Organisasi Papua Merdeka, Kamis 1 Desember 2011 ada sedikit gejolak, namun berhasil dikelola dengan baik oleh aparat dan Papua tetap dalam keadaan kondusif”.
Selain itu, kegiatan-kegiatan lain tetap berjalan seperti biasa, misalnya peringatan Hari AIDS sedunia di Jayapura dilaksanakan secara antusias oleh seluruh masyarakat di Jayapura. Sedangkan di Kab. Merauke, Bupati serta jajaran Muspida dan 1000 orang melaksanakan jalan santai untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, Hari Ulang Tahun Korpri, Hari Ulang Tahun Korem 174/ATW dan Hari Ulang Tahun Yonif 755/Yalet.
Sebenarnya, penyelesaian masalah Papua perlu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dengan menyadarkan kelompok pendukung “separatis” secara damai dan menghindarkan konflik horizontal serta menciptakan iklim yang kondusif bagi segenap komponen bangsa, sehingga masalah Papua merupakan masalah dalam negeri yang harus diselesaikan dalam kerangka NKRI dengan perangkat Otsus dan Inpres percepatan pembangunan di Papua (The New Deal Policy for Papua). Kedudukan Papua sebagai bagian NKRI tidak terbantahkan, sesuai dengan hukum internasional dan didukung oleh dunia internasional. Maka dari itu, tanggal 1 Desember pada tahun-tahun berikutnya tidak dijadikan HUT Papua Merdeka, namun di peringati sebagai hari pembangunan Papua yang aman dan nyaman.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s