Dutch Betrayed Papuans :

Setelah 50 tahun , masyarakat Papua masih merasa bahwa pemerintah Belanda mengkhianati mereka dengan tidak menghormati janji untuk memberikan kemerdekaan seperti janji masa lalu mereka.

Janji itu tidak akan pernah terwujud, namun hanya menjadi sebuah harapan di dalam hati orang Papua untuk diberikan kemerdekaan. Pemerintah Belanda mempertahankan dan memberi nama Papua selama pendudukan kolonialnya di Nieuw-Guinea, bahkan setelah itu menyerahkan kekuasaan kepada Indonesia pada tahun 1949, pada akhir masa kolonial.

Belanda saat itu juga mengembangkan pemahaman sebagai cara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa penjajahan dan kolonialisme itu tidak selalu buruk, hal lain yang juga di”opini”kan oleh Belanda bahwa Indonesia terus berusaha untuk mengklaim wilayah tersebut, dengan beberapa upaya serbuan. Masyarakat internasional yang mendesak Belanda untuk pergi meninggalkan Papua, untuk mencegah hal hal yang lebih buruk lagi dengan adanya orang-orang Belanda , yang tidak mau menyerahkan Papua kedalam kedaulatan Indonesia.

Janji kemerdekaan yang disiapkan untuk Papua oleh Belanda , dengan pengenalan lambang bendera bintang kejora pada pagi hari 1 Desember tahun 1961 oleh Nicolaas Jouwe melalui sebuah organisasi dewan Nieuw Guinea bentukan Belanda yang di sebut Nation Building.

Pertempuran antara pemerintah Indonesia dan Belanda atas Papua berakhir di Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan hasil keputusan Majelis Umum, bahwa wilayah Papua akan berada di bawah naungan PBB dan referendum akan diatur, sehingga Papua bisa bebas memilih apakah mereka ingin menjadi independen atau tidak.

Ketika referendum yang digelar pada tahun 1969, sejumlah orang Papua dengan hak suara memilih untuk bergabung dengan Republik Indonesia, sejak saat itu masyarakat internasional mengakui Nieuw Guinea menjadi salah satu provinsi dari Republik Indonesia yang bernama Irian Jaya , dengan Jayapura sebagai Ibukota.

Jelas hasil tersebut kemudian membuat sebagian rakyat Papua yang ingin merdeka kecewa terhadap Belanda yang telah merusak janji kemerdekaan atas Papua.

“ Papua akan menentukan masa depan mereka sendiri namun itu tidak akan pernah menjadi bagian dari salah satu negara yang baru di Indonesia ”

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s