KNPB : MENGUSIK KEDAMAIAN PAPUA

”Sebuah harapan umat manusia dalam hidup adalah keamanan dan kenyamanan dalam mengarungi dunia keberadaan hidupnya”. Kenyamanan hidup itu pertanda bahwa ada kedamaian. Tetapi kedamaian hanya bisa tercipta jika masyarakatnya dekat dengan Tuhan dan sadar atas hakekat kehidupan yaitu saling menghargai, saling menolong dan saling membutuhkan tanpa ada kepentingan dibalik itu semua. Paradise Island, demikian julukan manusia sejagad bagi Tanah Papua sejak lama karena memiliki keindahan alam yang menajubkan, kekayaan alam yang berlimpah dan kesantunan masyarakat Papua asli yang penuh kasih.

Namun kedamaian Papua kembali terusik. Baru-baru ini aksi penembakan orang tak bertanggungjawab telah menewaskan warga sipil, aparat bersenjata, termasuk warga asing. Kenyamanan Papua diperparah dengan berkembangnya bentuk teror di lokasi warga seperti pembakaran pasar maupun perusakan fasilitas lain.

Komite Nasional Papua Barat atau lebih dikenal dengan KNPB yang disebut-sebut sebagai organisasi perjuangan rakyat Papua kenyataanya belum memberikan “sesuatu” terhadap masyarakat Papua Barat, justru memberikan suasana yang menyeramkan dengan aksi-aksi demo yang selalu dianggap membahayakan oleh pihak  Kepolisian. Tindakan KNPB menunjukan bahwa organisasinya bersikap arogan dengan tetap melakukan aksi demo walaupun pihak Kepolisian tidak memberikan ijin demo.

Tindakan brutal telah terbukti dilakukan oleh KNPB pada tanggal 4 Juni 2012 saat pihak Kepolisian menghimbau arak-arakan massa KNPB yang akan melakukan aksi di Jayapura agar kembali ke Sentani karena tidak memiliki ijin. Dalam perjalanan kembali ke arah Sentani, saat melewati Kampung Harapan, Hawai dan Pojok Sentani, massa KNPB melakukan tindakan brutal dengan melempar batu dan memanah masyarakat pendatang yang melintas di jalan. Akibat peristiwa tersebut 2 orang masyarakat pendatang terkena panah dan beberapa masyarakat terkena lemparan batu.

Berbagai tindakan yang dilakukan oleh KNPB dianggap telah merugikan dan meresahkan masyarakat Papua khususnya Jayapura, sehingga untuk mempertanggungjawabkan aksinya Ketua Umum KNPB sekaligus Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP), Buchtar Tabuni ditangkap bersama kedua rekannya, Jufri Wandikbo dan Assa Alua oleh aparat kepolisian Polda Papua tanggal 7 Juni 2012 di Lingkaran Abepura.

Paska penangkapan ketua KNPB, aksi-aksi yang tidak mempunyai tujuan dan jauh dari kata memperjuangkan rakyat Papua yang memimpikan kedamaian dan kesejahteraan terus dilakukan oleh massa dan simpatisan organisasi yang dipimpin oleh Bukhtar Tabuni ini. Ancaman-ancamanpun dilontarkan oleh KNPB yang akan membikin kekacauan di Jayapura jika pimpinan mereka Bukhtar Tabuni tidak segera dibebaskan, termasuk beberapa anggota DPRP yang didatangi oleh massa KNPB dan mengancam akan mencari satu persatu anggota DPRP jika dalam beberapa hari ke depan tak mengabulkan tiga tuntutan mereka diantaranya segera membebaskan pimpinan mereka. Ini disampaikan Wakil I KNPB, Mako Tabuni saat berkumpul di halaman DPRP bersama sekitar 50-an massa KNPB.

Kerusuhan pecah di Ibukota Papua, Jayapura, Kamis 14 Juni 2012. Massa dari Komite Nasional untuk Papua Barat (KNPB) mengamuk setelah penangkapan Ketua I KNPB, Mako Tabuni.

Aksi perusakan dan pembakaran toko-toko/ ruko, sepeda motor dan mobil oleh sekitar 50 orang masyarakat pegunungan dari Rusunawa yang merupakan massa dan simpatisan KNPB dilakukan di Jl. Campwolker, Perumnas 3, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram. Selain itu sekitar 20 orang suku pegunungan dari arah Rusunawa Perumnas 3 Waena langsung melakukan pengrusakan terhadap kendaraan yang berada di putaran taksi Perumnas 3 & membakar kios, mobil, sepeda motor. Warga yang ketakutan bersembunyi di rumah & sebagian melarikan diri menuju arah Waena. Akibat tindakan brutal KNPB tersebut juga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia salah satunya masih pelajar yang hendak mengambil ijazah kelulusannya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Bl. Tobing menegaskan bahwa Mako Tabuni ini terlibat dalam aksi terror yang belakangan ini terjadi di Jayapura. ” Ada 7 aksi yang di lakukan oleh MT, yaitu penembakan terhadap Warga Asing (Jerman) di Pantai Base G, diduga kasus penganiayaan dan pembunuhan serta pembakaran mobil yang terjadi di kuburan Waena,”ungkap Kapolda.

“Lalu diduga dalam kasus penembakan terhadap seorang pelajar di otonom Kotaraja. Diduga penembakan terhadap anggota TNI di Entrop dekat bengkel Surabaya. Diduga penembakan 2 orang pemuda di Jalan Sam Ratulangi. Diduga penembakan seorang PNS di belakang kantor Walikota dan di duga penembakan seorang Security di halaman Uncen,” papar Kapolda.

Kapolda juga menambahkan masih ada 8-9 nama lain yang akan menjadi target penangkapan pihak kepolisian yang merupakan dalang aksi terror penembakan yang terjadi di Jayapura Kota.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan Mako Tabuni melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Dia bahkan merampas senjata dari aparat. “Sehingga anggota yang lain melindungi,” kata Timur di Istana Negara, Jakarta, Kamis 14 Juni 2012.

Namun, Mako Tabuni terus melawan. Sehingga aparat mengambil tindakan tegas. “Karena sudah diancam akhirnya dilumpuhkan,” kata Timur. Dari Mako Tabuni ditemukan senjata laras pendek dengan 18 peluru.

Menurutnya, menyusul kejadian itu, sekelompok orang merusuh di Waena. Mereka mengamuk dan melakukan pembakaran. Namun demikian aparat cepat menguasai keadaan. Kondisi, kini terkendali.

Timur mengungkapkan, penangkapan Mako Tabuni ini merupakan buntut rentetan penembakan yang terjadi mulai 29 Mei hingga 10 Juni yang lalu. Hasil penyelidikan polisi menemukan adanya kaitan Mako Tabuni dengan peristiwa itu. “Itu yang intensif kami lakukan sehingga hari ini kita dapatkan satu inisial MT,” katanya.

Menurut Timur, aparat masih terus menyelidiki dan mengembangkan lebih lanjut siapa sebenarnya pelaku penembakan yang telah memakan korban anggota TNI, polisi, maupun warga sipil itu. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait penembakan Papua.

Sungguh ironi, KNPB yang mengklaim dirinya sebagai pejuang rakyat Papua namun kenyataannya rakyat Papua malah merasa dirugikan atas aksi-aksinya. Patut diketahui juga bahwa setiap aksi demo yang dilakukan oleh kelompok KNPB ini selalu berakhir ricuh dan anarkis.

Salah seorang Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah-Jayawijaya, Alex Silo Doga, sangat prihatin dan kecewa dengan apa yang dilakukan oleh KNPB itu. Menurutnya, KNPB boleh-boleh saja melakukan demo, tapi jangan lagi membawa nama adat, karena adat bukan alat mainan dan sembarangan untuk digunakan. Kalau mau membawa nama adat, harus sesuai dengan yang telah diputuskan oleh adat dan tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang dapat mengganggu serta merugikan orang lain.

Kita baru tahu, bahwa demo yang dilakukan oleh KNPB selama ini ternyata hanya menjual simbol dan adat orang asli Papua (mengatasnamakan orang Papua). Mereka juga telah membohongi anak-anak muda di Papua untuk ikut berdemo. Banyak orang tua yang berharap agar anak-anaknya bersekolah dengan baik, supaya menjadi manusia yang berguna bagi daerahnya kelak. Namun mereka kecewa ketika anak-anaknya ikut-ikutan berdemo dan mengorbankan pendidikannya demi berdemo. Akibatnya pendidikan mereka menjadi terbengkalai dan akhirnya tidak pernah selesai.

Seperti yang disampaikan oleh Presiden RI bahwa Papua saudara-saudara kita adalah apapun kondisinya dan bagaimanapun juga Papua adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ayo Papua damai, damai itu indah, indah se-indah alamnya, se-asri budayanya, cerdas manusianya, memiliki komitmen tinggi untuk memajukan Papua, maka Papua menjadi Papua yang damai, Papua yang maju, Papua yang tidak tertinggal, Papua yang diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s