West Papua : Arti 1 Desember bagi masyarakat Papua

Sebby Sambom : 1 Desember Dekolonialisasi PBB, Bukan Kemerdekaan

Momen tanggal 1 Desember bukanlah hari kemerdekaan, melainkan Dekolonialisasi PPB. Itulah sekelumit perdebatan yang selama ini ada dikalangan masyarakat Papua yang mempermasalahkan momen 1 Desember. Namun demikian, aktivis Papua Merdeka dan juga aktivis Hak Asazi Manusia, Sebby Sambom yang saat ini masih dalam pelariannya di hutan menyampaikan bahwa “Tidak perlu ada penaikan bendera, mungkin ibadah atau doa syukur, karena 1 Desember itu bukan kemerdekaan Papua, tetapi saat itu dekolonialisasi PBB yang disahkan dalam resolusi Majelis Umum PBB Nomor 1514 dan nomor 1541 pada tahun 1960, itu adalah bagian dari persiapan kemerdekaan Papua Barat, sebab Belanda sebagai Negara yang menduduki wilayah Papua Barat saat itu berkewajiban memerdekakan atau memberikan “kemerdekaan” kepada Papua Barat, jadi 1 Desember itu bukan kemerdekaan Papua,” jelas Sebby.

Sementara yang lain, bertanya..Ada Apa Dengan 1 Desember?

UPACARA HUT OPM 1 DESEMBER

Ada apa dengan 1 Desember? Tanggal itu juga ada yang bilang sebagai tanggal yang sangat krusial dan sacral terlebih bagi Organisasi Papua Merdeka (OPM). 1 Desember merupakan hari bersejarah bagi OPM yang biasanya diisi dengan pengibaran bendera Bintang Kejora sebagai simbol dan perjuangan bagi kemerdekaan rakyat Papua.karikatur opm
Namun, bagi Indonesia OPM adalah gerakan terlarang yang ingin melepaskan diri dari kedaulatan NKRI, sehingga harus ditumpas karena melakukan makar. Karenanya, menjelang 1 Desember ini, kerap diwarnai isu provokasi agar suasana semakin keruh.
Hari- hari sebelum peringatan 1 Desember juga kerap kali diwarnai dengan aksi-aksi penembakan, pembakaran, dan beragam aksi teror lainnya. Para pejuang separatis OPM dengan menggunakan teror berupaya keras untuk mendapatkan dukungan dan kehadiran masyarakat pada saat dilangsungkannya Upacara Peringatan pada 1 Desember tersebut.
Cukup sudah kita lihat beragam teror kekejaman yang dilakukan kelompok ini (OPM) demi mencapai tujuan mereka memisahkan diri dari Indonesia. Warga sipil, polisi, TNI, warga turis, bahkan warga papua asli pun ikut menjadi korban kekejaman mereka. Tidak semua warga asli Papua setuju dengan tujuan para pejuang OPM ini untuk memisahkan diri dari Indonesia, namun dengan kekuatan senjata para pejuang ini menebar teror di rakyatnya sendiri.

Warga Papua diajak (dipaksa) untuk menghadiri upacara 1 Desember, yang sudah pasti nantinya oleh aparat keamanan akan dibubarkan. Pembubaran ini jelas akan berujung pada sejumlah penangkapan dan benturan fisik antara aparat dengan warga peserta upacara, dimana nantinya kebanyakan dari mereka yang menjadi korban justru adalah warga Papua yang sebenarnya mereka dipaksa untuk ikut menghadiri upacara tersebut.

Hentikan Pemaksaan Kehendak Kalian Kepada Kami !!!

Kami Bukan OPM, Kami Rakyat Papua !!!

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s