Menyoal Keberadaan Warga Negara Asing Ukraina di Manokwari Dalam HUT OPM di Manokwari

Artem Shapirenko

Artem Shapirenko

Polres Manokwari mengamankan seorang warga negara Ukraina bernama  Artem Shapirenko (usia 36 tahun) yang menghadiri syukuran peringatan HUT Papua Merdeka di kantor Dewan Adat Papua (DAP) Manokwari, Papua Barat, Sabtu (01/12). Pria yang mengaku pernah bekerja sebagai pegawai pemadam kebakaran di negaranya tersebut, kemudian diamankan aparat keamanan karena diduga telah melanggar travel warning dan visa miliknya sudah habis masa berlakunya serta tidak pernah melaporkan keberadaannya selama di Manokwari.

Senin (3/12) dimedia cetak Menkopolhukam Joko Suyanto mengatakan meski terjadi penangkapan terhadap seorang warga asing di Papua, membantah kedatangan Shapirenko itu merupakan dukungan negara pecahan Uni Soviet tersebut terhadap kemerdekaan Papua. Terlebih, keberadaan orang yang diduga memata-matai negara tertentu tidak hanya terjadi di Indonesia.

Namun sebagai orang awam saya tidak sependapat dengan pernyataan Menkopolhukam tersebut, Keberadaan Artem Shapirenko justru harus dicurigai karena berdasarkan hasil pemerisaan yang bersangkutan selain pernah bekerja di Pemadam Kebakaran juga pernah bekerja di Angkatan Darat Ukraina. Selain itu, saat dilakukan wawancara jawabannya selalu berubah-ubah, visa miliknya sudah lama habis masa berlakunya, selama di Manokwari yang bersangkutan bersosialisasi dengan orang-orang yang mendukung kegiatan kelompok separatis, dan bahkan yang paling mencolok saat ditangkap yang bersangkutan menerikkan yel-yel “Papua Merdeka”. Apa itu bukan indikasi bahwa yang bersangkutan mendukung kegitan kelompok separatis Papua dalam memperjuangkan agar Papua lepas dari NKRI.

Berdasarkan informasi yang berkembang dan hasil pemeriksaan aparat keamanan yang bersangkutan mengaku melakukan perjalanan dari Ukraina ke China, Laos, Thailand, Malaysia dan Indonesia hanya dengan berbekal US $ 1.000. Hal tersebut sangat mustahil dapat dilakukan kecuali disetiap negara mendapat dukungan biaya dari oknum atau organisasi yang menjaminnya. Oleh karena itu, sebaiknya aparat keamanan segera melakukan introgasi secara intensif guna mengungkap motif keberadaannya di Papua mengingat Ukraina merupakan salah satu negara yang berhasil memisahkan diri dari Uni Soviet. Apabila Artem Shapirenko terbukti melakukan kegiatan Intelijen/spionase di Indonesia sebaiknya pihak Imigrasi segera memberlakukan Persona Non Grata serta diberitakan di media massa untuk menekan negara Ukraina secara politis dan diplomatik.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s