Pemilukada Damai, Aman, dan Jujur Untuk Masa Depan Papua

pilkada

Sempat mengalami penundaan yang berbelit-belit dari tahun 2011 akibat sengketa politik, akhirnya tahapan Pemilihan Gubernur Provinsi Papua dapat dilaksanakan dan kini, pesta demokrasi itu telah menyelesaikan masa kampanye dan memasuki tahapan akhir, yakni tahap pencobolosan yang akan diadakan besok tanggal 29 Januari 2012. Momen tersebut akan menjadi momen paling penting dan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Papua untuk menentukan nasib Orang Asli Papua (OAP) ke depannya. Situasi politik pada Pemilu Gubernur Papua memang terasa sangat dinamis dan rentan menimbulkan kekacauan yang marak di setiap daerah. Hal ini disebabkan rasa jenuh masyarakat Papua untuk menunggu Pemilihan Gubernur dilaksanakan, sehingga secara tidak sadar telah menumbuhkan sensitivitas di dalam masyarakat.

Sementara itu, dalam pelaksanaannya, kericuhan telah terlihat sebanyak dua kali dalam masa kampanye atau momen meningkatkan citra oleh para kandidat. Kericuhan tersebut tidak lain dipicu karena masalah-masalah sepele yang konon mampu menimbulkan gesekan horizontal dan dapat menciptakan konflik-konflik yang baru. Sangat disayangkan, salah satu kerusuhan tersebut disebabkan bentrok di dalam massa pendukung sendiri, ketika salah seorang kandididat membagi-bagikan uang kepada massa pendukungnya. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa secara realitas, pesta demokrasi di Papua masih belum sesuai dengan makna demokrasi itu sendiri dan secara nyata memberitahukan kita bahwa kondisi masyarakat Papua terlihat cukup prihatin dan kurang sejahtera.

Situasi politik pada Pemilihan Gubernur Papua rawan menimbulkan gangguan ketertiban maupun keamanan terhadap masyarakat, sehingga tidak sedikit, kerap terjadi konflik yang berujung memakan korban, baik pada saat menjelang tahapan Pemilukada, pada saat pelaksanaan tahapan Pemilukada, maupun pasca pelaksanaan tahapan Pemilukada.

Hal ini terlihat dimana hampir seluruh kabupaten di Papua mengalami konflik pada saat pesta demokrasi diselenggarakan. Konflik yang kerap terjadi pada saat Pemilukada di Papua telah menciptakan ketakutan dan teror tersendiri bagi masyarakat Papua. Banyak pihak menilai bahwa konflik tersebut tidak lain ditimbulkan akibat kepentingan-kepentingan segelintir pihak/elit poltiik tertentu. Karakter masyarakat Papua yang memiliki sensitivitas sosial yang cukup tinggi akan menjadi sasaran mudah bagi kelompok-kelompok tertentu dalam mempengaruhi mindset demi terwujudnya kepentingan tertentu. Sudah seyogyanya, gesekan horizontal yang terjadi pada pesta demokrasi di sebagian besar kabupaten di Papua, dijadikan pengalaman buruk oleh Pemerintah Provinsi Papua, instansi terkait lain, tokoh-tokoh masyarakat, serta masyarakat itu sendiri untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah antisipasi dan menciptakan situasi kondusif di tengah-tengah masyarakat guna mencegah crash yang mungkin terjadi, mengingat bahwa pemilihan Gubernur yang tengah diselenggarakan merupakan skala yang lebih besar daripada Pemilukada di kabupaten.

Permasalahan lainnya yang harus mendapat perhatian ekstra oleh KPU Provinsi Papua adalah menyangkut distribusi logistik, baik surat suara, kotak suara, maupun persiapan wilayah TPS yang tidak menutup kemungkinan akan menjadi problema di lapangan sehingga berpotensi menimbulkan gugatan dari pihak yang kalah dalam proses pemungutan suara yang ada kalanya melibatkan massa dalam jumlah besar sehingga terjadinya kerusuhan dan konflik pun tidak terelakkan lagi. Disamping itu, masih aktifnya kelompok-kelompok kepentingan lainnya yang sengaja berupaya menghambat jalannya tahapan Pemilukada akhir, akan dapat menjadi gangguan karena bisa saja kelompok tersebut akan melakukan propaganda dalam mempengaruhi opini di dalam masyarakat Papua untuk tidak menyukseskan Pemilukada Gubernur yang telah dilaksanakan. Bisa saja, masyarakat Papua diajak untuk mengambil sikap tidak hadir pada saat pemungutan suara atau melakukan golput pada saat pencoblosan.

Nyoblos

Penjabat Gubernur, Constant Karma mengatakan dalam persnya agar seluruh masyarakat Papua tetap menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi Papua mendatang, “Saya harap masyarakat Papua, untuk menggunakan hak pilihnya, guna memilih pemimpinnya selama lima tahun kedepan. Jangan sampai tidak pakai hak pilihnya, karena hak pilih, itu sekali dalam lima tahun dan itu hak setiap warga negara,” harapnya.

Penyelenggaraan pesta demokrasi yang telah dipersiapkan oleh Pemprov. Papua, KPU Provinsi Papua, dan aparat keamanan dengan upaya keras, sehingga sudah sebaiknya mendapat perhatian dan sifat kepedulian bersama dari seluruh lapisan masyarakat agar bersama menyukseskan Pemilihan Gubernur Papua, khususnya tahapan pencoblosan yang tinggal menghitung jam. Meskipun seluruh pasangan kandidat telah melakukan deklarasi Pemilukada damai sebagai tanda ikrar dan kesediaan oleh seluruh pasangan kandidat untuk melaksanakan kesepakatan siap kalah demi terwujudnya suatu Pemilukada yang aman dan damai, masyarakat Papua juga dituntut secara bersama-sama menumbuhkembangkan semangat dalam menyukseskan Pemilukada yang damai dan jauh dari gesekan horizontal.

Momen Pilgub, khususnya tahap pencoblosan yang diadakan besok, akan menjadi sebuah momen besar sekaligus penting untuk menentukan masa depan orang Papua di bawah pemimpin Papua yang jujur dan adil, sehingga apabila masih adanya sikap acuh tak acuh terhadap suksesnya Pemilukada yang damai dan sikap golput yang ingin dilakukan oleh segelintir masyarakat Papua, bukanlah pilihan yang benar untuk diikuti oleh masyarakat Papua lainnya karena semuanya adalah demi kebaikan Bumi Cenderawasih, mengingat hal-hal itu hanya menimbulkan konflik yang berakibat kepada rasa trauma, ketakutan, dan teror bagi masyarakat Papua sendiri.

Semua akhirnya kembali pada hari dimana pemungutan suara dilaksanakan. Seluruh unsur masyarakat Papua sebaiknya dan seyogyanya ikut berpatisipasi dalam menyukseskan Pemilihan Gubernur Papua. Seperti yang dikatakan oleh Walikota Jayapura, Benhur Tommy, agar seluruh komponen masyarakat untuk menggunakan hati nurani dengan memilih yang terbaik dari yang baik, sembari terus berdoa dan berharap agar tanggal 29 Januari nanti dapat menentukan pimpinan di Papua yang hidupnya takut akan Tuhan.

“Tuhanlah yang akan menjatuhkan pilihannya, maka siapapun dia, tidak akan membatalkan maksud dan rancangan Tuhan tersebut.

Sehingga dengan itu, siapapun yang menang nantinya, percayalah bahwa perubahan Papua yang lebih baik dan Papua yang penuh harapan akan dibawa oleh pemimpin tersebut. Pikirlah dengan baik, Pedulilah terhadap Bangsamu dengan menentukan pilihanmu melalui hati nuranimu. Tentukanlah masa depan bangsa ini dengan pilihanmu. Menang atau kalah dalam pemilu itu sudah biasa, siapa yang keluar yang jadi pemenang, harus mengemban amanah dan harapan masyarakat dengan baik, siapa yang kalah, marilah lapang dada dengan hati ikhlas dan syukur, karena itu adalah bagian dari rencana-Nya bagi negeri ini, marilah kita menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, dan kedamaian mencegah kekerasan, marilah kita ciptakan situasi Bumi Cenderawasih ini dengan aman, damai, dan tenteram selalu sesuai dengan amanah Tuhan bagi negeri ini, negeri penuh cinta kasih, bukan kekerasan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s