Tolak Intervensi Asing di Papua

papua-nkri

“ Masalah Papua merupakan masalah dalam negeri Indonesia, tidak seharusnya ada pihak asing yang mencampurinya. Campur tangan pihak asing di Papua merupakan intervensi, yang melanggar kedaulatan Indonesia. Oleh karena itu, campur tangan pihak asing di Papua harus ditolak “.

Keterlibatan pihak asing di Papua diduga memberikan dukungan terhadap kelompok separatis. Hal ini dibuktikan dengan aksi bersenjata kelompok separatis yang semakin meningkat. Demonstrasi besar-besaran menuntut referendum terjadi di Papua.

Alumnus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Yusriyanto menyatakan menolak segala bentuk intervensi asing untuk Papua. Rakyat Papua tak menghendaki referendum. Aksi memperjuangkan referendum ulang itu digerakkan oleh antek-antek asing dengan memanfaatkan elite tertentu yang gila kekuasaan. Karena itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk kaum nasionalis di Tanah Papua, agar bersama-sama merapatkan barisan menghadapi berbagai serbuan jejaring neokolonialisme-imperialisme (nekolim) yang semakin serakah, dan tidak puas menghisap kekayaan Indonesia.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen Hartind Asrin mengatakan bahwa temuan bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di salah satu tempat kejadian perkara (TKP) aksi penembakan di Papua sudah bisa diklarifikasikan sebagai gerakan separatisme. Meski demikian, Kementerian Pertahanan mengatakan saat ini pemeriksaan sidik jari terhadap barang bukti tersebut masih berlangsung. Sudah ada barang bukti untuk serangan di Kampung Nafri, Abepura, Jayapura dari pembersihan TKP. Kemungkinan sementara, itu adalah gerakan separatis.

Seperti diketahui, eskalasi aksi penembakan di Papua belakangan meningkat. Beberapa di antaranya adalah aksi penghadangan dan penyerangan di Kampung Nafri, Abepura, Jayapura yang menewaskan empat orang. Kekerasan berlanjut di Kampung Kalome, Tingginambut, Puncak Jaya saat tiga prajurit TNI-AD dari Yonif 751 diberondong tembakan oleh anggota OPM saat berpatroli.

Saya berharap seluruh komponen bangsa Indonesia menolak intervensi asing di Papua, karena masalah Papua merupakan masalah dalam negeri, yang harus diselesaikan bangsa Indonesia sendiri. Keberadaan Propinsi Papua sudah final merupakan bagian NKRI, dan diakui dunia internasional.

Santi Pujirahayu

1 Comment

  1. terutama waspada trhdp Australia & AS. mereka ngakunya saja mengakui Papua sbg bagian sah dr Indonesia padahal diam2 ingin memisahkan Papua dr Indonesia.
    keberadaan pangkalan militer AS di Darwin dpt mjd ancaman bg Indonesia. AS dpt memberikan bantuan logistik kpd gerakan separatis melalui pangkalan tersebut.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s