KETIKA SANG AKTIVIS PAPUA BENNY WENDA GALAU….

Kesekian kalinya Benny hanya obral janji

Benny Wenda, klaim pemimpin Papua Barat dan pelobi internasional untuk kemerdekaan Papua Barat dikabarkan tiba di Port Vila tanggal 13 Maret 2013. Tulis salah satu media local di New Zealand tentang agenda Benny..

Benny Wenda yang dikabarkan akan tinggal di Port Vila selama beberapa hari. Sesuai dengan program yang dirancang, saat kedatangan Wenda pada 13 Maret 2013, katanya Pemimpin Masyarakat Adat Vanuatu akan berada di bandara untuk menyambutnya. Kemudian, upacara selamat datang resmi yang diselenggarakan oleh Ketua Dewan Kota Port Vila akan diadakan di AOS Nakamal. Wenda dijadwalkan bertemu dengan Vanuatu Christian Council (VCC), dan akan menjadi Tamu Khusus dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Vanuatu (MAV) di sore hari.

Pada Selasa pagi, Pendiri Kampanye Kemerdekaan Papua Barat akan melakukan kunjungan resmi ke VANGO dimana masyarakat Vanuatu memiliki kesempatan untuk menyuarakan keprihatinan mereka atas isu-isu kemerdekaan Papua Barat. Benny Wenda juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan tur Port Vila yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Vete Indigenous Historical Association (VIHA) pada Rabu pagi.

Pada bulan Juni 2010, Parlemen Vanuatu memilih untuk mendukung Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri dan diberikan status pengamat di Melanesian Spearhead Group and Pertemuan Puncak Pacific Island Forum. Radio Australia pernah melaporkan bahwa, Perwakilan Papua Barat di Melbourne, Ronny Kerani secara khusus menyebutkan Vanuatu menjadi salah satu negara yang telah mendorong isu kemerdekaan Papua di PBB. Benny Wenda akan meninggalkan Vanuatu pada hari Kamis pagi, setelah sebuah acara perpisahan yang akan diselenggarakan oleh VIHA pada Rabu malam.

Namun faktanya adalah NIHIL alias tidak ada pemberitaan pers, penyambutan dan upacara adat. Benny tetaplah sang betrayal from Papua in the name of Papuans. Tak ubahnya rekayasa dan bualan-bualannya masih saja mengumbar ‘janji-janji’ manis bagi siapapun yang dihadapinya, entah dengan cara-cara menipu maupun lainnya. Agenda-agenda yang di release oleh media asing New Zealand tersebut hanyalah omong kosong belaka. Perlu diingat dan diketahui, tulisan dan catatan kecil penulis terhadap Benny tidaklah lebih dari seorang ‘beggar’ di London Inggris, bagaimana ia mau berkeliling yang dinamakan Road Show, sedangkan kabar dari teman di PPI di London, Inggris menyebutkan Benny kesulitan ekonomi dan sebentar lagi menjadi tunawisma. Ia dan keluarganya terlantar yang hidup dari belas kasihan aktivis-aktivis di London, Inggris dan mengamen bersama anak beserta istrinya dengan menyanyi lagu-lagu Papua.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s