Memahami Akar Pluralitas Bangsa dan Masalahnya

Dari aspek agama Indonesia memiliki lima agama resmi ditambah dengan agama Konghucu yang baru dimasukkan pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Meskipun  hanya enam agama, di dalam masing-masing agama tersebut terdapat berbagai aliran, sekte dengan berbagai organisasi sosial yang mendukungnya. Di samping itu terdapat pula ratusan kepercayaan lokal (agama suku) yang berkembang hingga saat ini. Gambaran ini cukup memberi perspektif bagi kita bahwa pluralitas bangsa telah menjadi modal penting dalam membingkai potret keindonesiaan kita. <i/p>

Pengakuan atas pluralitas bangsa ini belum mencapai tataran substansialnya, kesadaran  akan  keberagaman baru sebatas di permukaan. Kerusuhan antar suku di Kalimantan Barat, Perang saudara yang berbeda agama di Maluku dan Poso, konflik antar aliran-aliran keagamaan di Jawa dan  lain sebagainya, yang kesemuanya memakan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit jumlahnya, mengindikasikan bahwa problema pluralisme bangsa sesungguhnya “belum selesai”. <i/p>

Identitas sosial adalah merupakan hasil dari konstruksi sosial. Karena itu seseorang indvidu bisa saja memiliki lebih dari satu identitas sosialnya. Saya mengidentikkan diri saya sebagai orang Indonesia ketika saya berada di tengah masyarakat internasional, tapi pada saat saya sedang berada di Indonesia, saya mengidentikkan diri saya sebagai orang Ambon, Maluku. Dari aspek agama, saya bisa mengidentikkan diri sebagai seorang muslim, sementara di dalam  identitas muslim pun saya masih melompat ke identitas Muhammadiyah atau NU. Begitu pula individu yang lain memiliki identitas sosial yang mungkin sama atau berbeda dengan saya. <i/p>

Pasca reformasi artikulasi politik identitas SARA tampaknya semakin beringas seirama dengan melemahnya peran negara dalam mengendalikan stabilitas. Khususnya pada persoalan agama misalnya, kita menyaksikan berbagai aksi-aksi kekerasan, mulai dari kekerasan antar agama, maupun intern agama yang berbeda aliran. Perusakan rumah-rumah ibadah, penganiayaan terhadap mereka yang dituduhkan membawa ajaran sesat dan sebagainya. Ini berarti bahwa kesadaran akan pluralitas bangsa semakin menipis, atau bahkan dalam situasi tertentu justru menjadi ancaman bilamana tidak dikelola secara baik. <i/p>

Maka dari itu, peran semua lapisan masyarakat, pemerintah, ulama dan semua pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mengelola masalah pluraliltas tersebut sehingga tidak menjalar ke selurah wilayah Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang telah dibangun susah payah oleh para pendiri bangsa Indonesia. <i/p>

Penguatan sendi-sendi agama, dasar negara Pancalisa dan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan perlu terus diupayakan dan ditingkatkan kepada semua lapisan rakyat Indonesia, terutama sejak dini. Pelibatan dunia pendidikan dalam menanamkan sendi-sendi diatas sangatlah vital. Memasukan materi belajar yang memperkuat rasa cinta tanah air dan saling mengasihi antar sesama dalam mata pelajaran di sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, SMU bahkan bangku kuliah kiranya dapat menjadi benteng membendung segala bentuk ancaman dari dalam maupun luar negeri yang dapat memecah belah kerukunan antara rakyat Indonesia melalui isu pluralitas. <i/p>

Disamping itu, penegakkan hukum yang tegas dan perlunya mengupdate produk-produk hukum terkait permasalahan pluralitas sesuai kebutuhan di lapangan, sehingga dapat memberi efek jera terhadap pelaku-pelaku untuk tidak dimain-main dengan pemerintah dengan mengangkat isu pluralitas untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. <i/p>

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s