Pemilukada Papua Aman

pilkadapapua aman2

Setelah sempat dikhawatirkan oleh beberapa pengamat politik bahwa akan terjadi konflik di Papua pada saat dan pasca pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur Papua, namun kenyataan di lapangan proses Pemilukada Papua, proses gugatan di Mahkamah Konstitusi dan proses Pelantikannya berjalan aman, walaupun sebelumnya beberapa kelompok yang berseberangan dengan Pemerintah RI seperti Komite Nasional Papua Barat sempat mengeluarkan pernyataan akan menggagalkan proses demokrasi tersebut. Kebersamaan dan kekompakan masyarakat Papua bekerjasama dengan pihak keamanan beserta penyelenggara Pemilukada menunjukan bahwa masyarakat Papua sangat menghormati proses demokrasi dengan berbagai pentahapanya. Hal tersebut menunjukan bahwa masyarakat Papua mengakui sebagai Papua bagian dari Pemerintah Indonesia, sementara masyarakat Papua yang masih menginginkan lepas dari Indonesia hanya segelintir orang dan tidak mendapat dukungan.

pilkadapapua aman

Tepat pada hari selasa tanggal 9 April 2013 pukul 11.30 sampai dengan 12.30 WIT di Lapangan Mandala Kota Jayapura dilaksanakan Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Papua dalam rangka pengambilan Janji dan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih masa jabatan Tahun 2013-2018, Lukas Enembe S.IP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRP Prov. Papua Yunus Wonda, SH. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 5000 orang masyarakat Papua yang telah menjalani proses demokrasi dengan tertib dan aman sebagai wujud kegembiraan suksesnya pelaksanaan Pemilukada Papua.

Sementara pejabat yang hadir dalam acara tersebut diantaranya Mendagri Gamawan Fauzi, Menpora RM. Roy Suryo, Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Baltazar Kambuaya, MBA, Dubes PNG untuk Indonesia Mr. Peter Ilao, Gubernur Sandaun PNG Amkat May, Gubernur Papua Barat Abraham Attururi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Mantan Pasangan Calon Pilgub Papua Pdt. Noakh Nawipa, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs Christian Zebua,MM, Rektor Uncen Drs Festus Simbiak M.Pd, Wakil Ketua I DPRP Prov Papua Yunus Wonda SH, Para pimpinan SKPD Prov. Papua dll.

Pembacaan oleh sekretaris DPRP mengenai surat keputusan Presiden RI Nomor: 25/ P/2013 tanggal 30 Maret 2013 tentang pemberhentian pejabat Gubernur Prov. Papua Drh. Costant Karma dan pengangkatan pengesahan Lukas Enembe SIP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Prov. Papua diikuti dengan penuh hikmat. Sementara Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutanya menyampaikan bahwa Pelantikan Gubernur/Wagub kali ini adalah sesuatu yang baru terjadi di Indonesia karena selama 3,5 tahun menjabat sebagai Mendagri baru hari ini ada pelantikan yang dilaksanakan di satu stadion besar seperti ini dan hal ini menunjukkan adanya pesta demokrasi yang sangat luar biasa bagi masyarakat Papua dan hal ini adalah pesta rakyat karena antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut pemimpin Papua yang baru. ”Walau pengusung Gubernur terpilih hanya satu partai saja namun saat ini Gubernur adalah milik semua lapisan rakyat Papua. Mari kita satukan visi-misi untuk meningkatkan kemakmuran rakyat Papua yang memiliki SDA sangat melimpah dan bersatu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua” lanjutnya.

Dalam Pidato Politiknya Gubernur terpilih Lukas Enembe, S.IP, MH menyampaikan beberapa hal diantaranya, Pidato ini saya beri judul “Gerakan Papua Baru Menuju Papua Bangkit Untuk Kesejahteraan Rakyat Papua”. Kalau sebelumnya saya adalah milik Puncak Jaya dan Klemen Tinal milik rakyat Mimika maka mulai hari ini kami adalah milik rakyat Papua dan hari ini kami akan menjadikan lembaran baru untuk Papua bangkit”. ”Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat-pejabat gubenur sebelumnya yang telah membaktikan dirinya demi kemajuan Papua. Proses pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur yang telah dilalui dengan damai,aman dan lancar menunjukkan bahwa masyarakat Papua telah dewasa dalam berdemokrasi, maka mulai hari ini kita harus bisa menjawab dengan kesejahteraan rakyat Papua dan rakyat Papua harus bisa dan percaya diri untuk mewujudkan semua ini dengan saling bekerja sama agar tdak ada lagi masyarakat Papua yang miskin di atas tanah kekayaannya sendiri. Dan kami sampaikan dalam motto kami adalah kasih menembus perbedaan”.

Berjalannya pesta demokrasi yang aman dan damai juga memperoleh tanggapan positif dari Tokoh Gereja Pendeta Socratez Sofyan Yoman, ”sebagai pimpinan gereja akan selalu mendukung siapapun yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dan akan mendoakannya, supaya dapat memimpin Papua kearah kemajuan pembangunan yang lebih baik. Pasangan yang menang harus bisa membentuk kabinet secara merata, saling menggandeng sesama anak Papua”. “Lukas Enembe bukan lagi milik orang Pegunungan Tengah, tetapi milik semua orang Papua, harus bisa merangkul semua elemen membangun Papua,” tandasnya. Kepada pasangan yang kalah, Socratez minta untuk berjiwa besar menerima kekalahan dan mengakui kemenangan pihak lain.

Besar harapan rakyat Papua agar kedepan dalam kepemimpinannya pasangan Lukmen fokus terhadap peningkatan pembangunan, kesejahteraan, pendidikan, pelayanan kesehatan dan terus menjaga kondisi Papua tetap aman dan damai. Rakyat Papua tidak mau lagi ada kekerasan di Papua, baik yang dilakukan oleh Aparat keamanan dan kelompok Papua merdeka, karena sebenarnya Papua sudah merdeka sejak jaman dahulu dan sudah saat masyarakat Papua konsentrasi terhadap peningkatan pembangunan serta meninggalkan dan menolak kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kampanye Papua merdeka oleh segelintir orang yang hanya merugikan masyarakat Papua sendiri.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s