Rekayasa Film “Goodbye Indonesia”

GOODBYE

KNPB (Komite Nasional Papua Barat) semakin kencang untuk memperjuangkan kepentingan segelintir masyarakat Papua Barat untuk memisahkan diri dari Indonesia mengingat banyaknya kegagalan yang mereka dapatkan untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. Seakan-akan tidak mau tinggal diam KNPB meluncurkan rekayasa pelanggaran HAM dalam bentuk film dokumentasi yang berjudul Goodbye Indonesia.

Film dokumentasi ditayangkan di stasiun televisi internasional, Al Jazeera, dengan tujuan untuk mendapat simpati dari masyarakat Internasional. Menurut hemat saya film tersebut hanya akan memperkeruh suasana di Papua dan tidak akan menuai hasil seperti yang diharapkan KNPB. Rekayasa pelanggaran HAM yang dimuat dalam film tersebut hanyalah alat untuk mencapai tujuan segelintir orang, karena secara faktual sebagian besar dari pelanggaran HAM yang terjadi di Papua Barat sendiri disebabkan oleh ulah KNPB dengan tujuan memprovokoasi masyarakat Papua Barat. Untungnya, masyarakat Papua Barat cerdas dan dapat menilai kebenaran yang jelas-jelas sangat bertentangan dari kejadian yang ditanyangkan di dalam film tersebut.

Pada tahun 1961 KNPB sudah lahir dengan nama Komite Nasional Papua (KNP) kemudian berganti dengan nama KNPB. KNPB bertujuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, namun dalam realita nya KNPB tidak mewakili seluruh aspirasi masyarakat Papua Barat yang masih ingin menjadi bagian dari Warga Negara Republik Indonesia.

Dalam proses perjuangannya KNPB banyak menuai kegagalan karena tidak mendapat simpati dan dukungan masyarakat Internasional, hal tersebut terbukti ketika Scott Marciel (Duta Besar AS untuk Indonesia) dan rombongan melakukan kunjungan ke Papua. Dalam kunjungan tersebut Dubes AS mengakui bahwa Papua adalah bagian dari NKRI serta mendukung penuh pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua.

Papua Barat adalah bagian dari NKRI sesuai dengan PEPERA yang telah disetujui oleh masyarakat Internasional. Harapannya, seluruh masyarakat Indonesia khususnya Papua, tidak mudah terprovokasi dengan adanya film tersebut.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s