Benny Wenda Belum Puas Membohongi Rakyat Papua

benywendaMunculnya isu bahwa perjuangan Papua merdeka mendapat dukungan dari negara-negara Eropa yang ditandai dengan berita-berita bahwa kantor-kantor perwakilan OPM akan di buka di Inggris, Jerman, Itali dll. Namun hal tersebut hanya sebuah kampanye yang semu atau pembohongan Publik yang dilakukan oleh seorang DPO asal Papua, Benny Wenda.

Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Mark Canning, menyatakan negaranya tetap mengakui Papua sebagai bagian dari Indonesia. Pernyataan tersebut disebutkan Mark terkait pendirian Kantor Organisasi Papua Merdeka (OPM) ‘Free West Papua’ di Oxford, Inggris. Menurutnya, pendirian kantor tersebut bukan sikap pemerintahnya. Segala bentuk tindakan mereka, dijelaskan Mark, tidak ada hubungannya dengan Pemerintah Inggris.

“Posisi pemerintah Inggris cukup jelas. Kami menghargai Papua bagian dari Indonesia dan kami ingin Papua mencapai kesejahteraan dan perdamaian, sama seperti suluruh provinsi-provinsi di Indonesia,” ujar Mark Canning.

Selama di Inggris, Benny Wenda aktif berkampanye tentang keadaan masyarakat Papua yang menurutnya sudah tertindas berpuluh-puluh tahun. Benny mengklaim membentuk International Lawyer for West Papua dan International Parliament for West Papua untuk membantu dia dalam perjuangannya, namun kedua lembaga tersebut digunakan untuk mendapatkan dana agar bisa bertahan hidup di Inggris. Pembohongan publik yang dilakukannya menarik simpati dari pemuda dan masyarakat Papua yang bersedia memberikan dana dan bantuan untuk membiayai hidup Benny Wenda di Inggris.

Setelah beberapa tahun berjalan nampaknya ILWP dan IPWP bentukan Benny Wenda tidak membuahkan hasil. Untuk menutupi kegagalannya Benny Wnda kembali melakukan penipuan terhadap masyarakat Papua dengan mengatakan bahwa di Oxford London Inggris telah diresmikan kantor Perwakilan OPM yang mengklaim bahwa seluruh perjuangan Papua merdeka di pusatkan di kantor-kantor perwakilan OPM. Sangat mencengangkan bahwa ternyata apa yang disebut kantor Perwakilan OPM ternyata hanya rumah biasa yang dirtempati oleh keluarga besar Benny Wenda. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semua kampanye Papua merdeka hanya menguntungkan Benny Wenda, dan merugikan rakyat Papua, karena dengan kegiatannya Benny wenda mendapatkan uang dari para donatur yang tertipu atas kampanyenya. Para donatur ini tidak mengetahui bahwa kegiatan kampanye yang selama ini dilakukan oleh Benny Wenda hanya bersifat kedok agar tetap mendapatkan dana untuk membiayai hidupnya dan keluarganya.

Belum lagi sosok Dominic Brown, seorang intelektual, jurnalis, aktivis, dan juga penasihat politik Benny Wenda. Brown dapat dikatakan menjadi sutradara, berada dibelakang layar kegiatan Benny Wenda selama di Inggris. Brown yang memberikan instruksi kepada Benny Wenda untuk melakukan kampanye di jalanan di Inggris ataupun di Kedutaan Besar Indonesia. Kegiatan Benny Wenda untuk memperjuangkan Papua tidak lebih dari sekedar instruksi dari Brown. Benny Wenda tidak mempunyai pilihan lain karena jika menolak maka sama dengan penghentian dana untuk biaya hidup dia dengan keluarganya.

Sekarang Benny ketakutan untuk kembali ke Papua karena harus mempertanggung jawabkan kejahatannya. Apalagi selama ini Benny juga mengatakan bahwa Otsus tidak memberikan manfaat dan kemajuan bagi Papua. Sosok seperti Benny yang tinggal di Inggris sudah pasti tidak akan bisa mengetahui kemajuan-kemajuan yang dialami oleh Papua. Benny hanya mendengarkan informasi yang ingin dia dengar tentang kondisi Papua. Kondisi Papua yang ingin didengar oleh Benny adalah kondisi tertinggal jaman, susah, melarat, miskin, tidak berpendidikan, diskriminasi dan lain-lain. Papua sudah berubah, teknologi dunia modern ternyata belum bisa mencerdaskan pemikiran Benny tentang Papua.

Benny seperti murid yang bodoh dan malu untuk belajar, kesepian dan suka berbohong untuk menutupi kebodohannya. Dukungan terhadap Benny Wenda di Inggris semakin berkurang terutama masalah pendanaan. Mungkin pilihan untuk kembali ke Indonesia bisa saja terlintas dalam pikiran Benny, namun rasa malu dan ketakutan yang begitu besar masih menghantui dia, akibat perbuatan dan kelicikan dia selama ini. ”Benny Wenda hanya seorang kabualan…. menari diatas penderitaan rakyat Papua” ucap seorang tokoh masyarakat Biak Martinus Ronsoumbre dengan nada kesal.

3 Comments

  1. Atasi Demo Anarkis di Papua, Kapolda Tegakkan Hukum Positif
    http://regional.kompasiana.com/2013/05/23/atasi-demo-anarkis-di-papua-kapolda-tegakkan-hukum-positif-562294.html

  2. Sosok Wanita Australia di Balik “Success Story” Benny Wenda

    http://sosok.kompasiana.com/2013/05/22/sosok-wanita-australia-di-balik-success-story-benny-wenda–562358.html

  3. Saya di Jawa miris melihat kondisi Papua, Pak.
    Kakek saya tinggal di Sorong, menjadi guru sejak 1972, membantu saudara2 kami di sana. Saya di Jogja kenal dg banyak mahasiswa Papua yg kuliah dibiayai daerah.
    Sayang kalau Papua lepas dari NKRI.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s