KNPB Jual Isu Politik Ditengah Duka Nabire

Pasca kerusuhan pertandingan tinju yang menewaskan belasan orang di GOR Kotalama, Nabire, Papua, Minggu (14/7) malam, kini situasi di wilayah itu tetap terkendali. Sebagaimana dikutip dari Merdeka.Com, Pertandingan tinju Bupati Cup di Nabire, Papua berujung rusuh. Sebanyak 18 orang tewas karena bentrok dan terinjak-injak.

Menanggapi kejadian tersebut Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Papua menyesalkan terjadinya kasus kerusuhan yang terjadi di GOR Kota Lama, Nabire, yang menewaskan 18 orang saat berlangsungnya final tinju untuk memperebutkan Piala Bupati Nabire.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya kasus yang menyebabkan puluhan orang meninggal dan luka-luka saat digelarnya final kejuaraan tinju di Nabire itu,” kata Carol.
Menurutnya, dari laporan yang diterima, baik dari panitia maupun dari wasit yang bertugas, ternyata kasus itu bukan semata disebabkan saling ejek antarsuporter, melainkan penonton yang masuk tanpa membeli tiket dan dalam keadaan mabuk pun membuat keributan.

“Warga yang mabuk itulah yang membuat onar dengan berupaya mendekati Bupati Nabire, namun dihadang oleh Satpol PP hingga menyebabkan mereka marah dan melakukan aksi pelemparan,” ungkap Carol Renwarin seraya berharap polisi mengungkap kasus tersebut, apalagi jumlah penonton kemungkinan sudah melebihi kapasitas GOR.

Ketika ditanya tentang adanya dugaan kecurangan wasit, Carol dengan tegas membantah dan menyatakan tidak ada kecurangan serta sudah sesuai dengan ketentuan.

“Tidak ada masalah dalam penilaian wasit sehingga kemenangan Alfius Rumkorem sudah sesuai dengan angka yang diperolehnya,” tegas Ketua Bidang Komisi Teknis Pengda Pertina Papua Carol Renwarin.
Insiden tewasnya 18 orang itu diduga karena para penonton berdesakan keluar dari GOR yang Minggu malam dipadati 1.500 orang hingga diduga mereka terinjak-injak.

Pemda Kab. Nabire melalui Bupati Nabire Isayas Douw menyampaikan prihatin dan menyesal atas kejadian tersebut. “Kami sangat prihatin dan akan menanggung semua biaya-biaya Pemakaman, Perawatan bagi korban luka dan memberikan santunan bagi keluarga Korban meninggal”.
Bupati Nabiare beserta Jajaran Muspida Kab. Nabire dan tokoh-tokoh adat menghimbau kepada masyarakat Nabire agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh segelintir orang yang memanfaatkan kejadian tersebut. “kami mohon semua warga tetap tenang jangan terpancing oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kerusuhan lanjutan, semua percayakan kepada Polisi yang sedang bekerja mengungkap kejadian ini” ujar Kepala Suku Dani di Nabire Ayub Wenda.

Seperti yang beredar di beberapa media, paska kejadian kerusuhan akibat pertandingan Tinju Bupati Cup di Nabire, situasi sempat mencekam, tetapi atas masyarakat dapat menyikapi situasi ini dan kondisi Kab. Nabire kembali kondusif. Namun ditengah-tengah duka masyarakat Nabire masih ada yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana dengan memprovokasi seolah-olah kejadian tersebut di rencanakan.

Sebut saja organisasi yang menamakan diri Komite Nasional Papua Barat atau biasa dikenal dengan KNPB pada tanggal 16 Juli 2013 melalui juru bicaranya Wim Rocky Medlama di Jayapura melakukan jumpa pers yang isinya menyatakan seolah-olah di Nabire terjadi konflik, padahal kejadian kerusuhan tinju merupakan murni kejadian yang tidak direncanakan dan hanya insiden yang dipicu oleh salah satu sasana yang kurang setuju atas keputusan wasit dan mungkin juga karena pengaruh minuman keras. Selain itu, KNPB juga menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan permainan Pemerintah untuk membuat konflik antar masyarakat kecil di Papua dan hal ini merupakan agenda Besar untuk memusnahkan etnis Papua, sehingga meminta Komnas HAM untuk melakukan investigasi.
Atas reaksi KNPB tersebut, salah satu tokoh masyarakat Nabire, Martinus Agapa mengatakan sangat menyesalkan dan mengutuk pernyataan KNPB, ditengah duka masyarakat Nabire, KNPB mencoba menjual isu tersebut menjadi sebuah isu politik. “Mestinya KNPB membantu meringankan beban masyarakat dengan melakukan rehabilitasi secara psikis supaya keluarga korban dan korban luka tidak trauma atas kejadian tersebut, bukan malah memperkeruh suasana, seolah-olah kejadian tersebut direncanakan, sungguh terkutuk..” ujar Martinus dengan nada kesal.

“Jangan hanya bisa mengkritik saja.. tetapi tunjukkan apa yang telah KNPB berikan kepada masyarakat.. selama ini KNPB hanya bisa bicara, dan memprovokasi masyarakat Papua saja yang hanya selalu merugikan masyarakat.. dan saya mewakili tokoh masyarakat Nabire, Stop sudah KNPB bicara di Nabire..!” tegas Martinus.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s