John Otto Ondawame, Yang Mengaku Tokoh Senior Pejuang Papua Merdeka di Luar Negeri Penipu Ulung Masyarakat Papua

Pepatah para tua-tua, “Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga”. Itulah yang terjadi dalam hidup John Otto Ondawame. Bagaimana tidak, masyarakat Papua dibohongi bulat-bulat secara bersama-sama dengan Bukhtar Tabuni dengan KNPB, PNWP, Forkorus Yaboisembut dengan NFRPB, dan Selpius Bobii dengan Front Pepera PB, dengan mengajak demo mendukung Papua Barat untuk masuk sebagai anggota resmi forum Melanesian Spearhead Group (MSG), yang akan melakukan kunjungan ke Indonesia dalam mendukung perjuangan Papua merdeka ke PBB, hanya kebohongan besar.
Setelah kunjungan delegasi Pemerintah Kepulauan Solomon ke Jayapura, Papua pada 8-9 Agustus 2013, yang diwakili oleh Hon. Connely Sandakabatu, Hon. Namson Tran, Dr. Philip Tagini, Mr.Salana Kalu dan Mr. Kelesi Maenu Kobu, sebagai bagian kesepakatan hasil Sidang MSG ke 19 di Kaledonia Baru, setelah melihat langsung keadaan Papua dan Papua Barat yang sesungguhnya, menyatakan ”Sungguh kaget melihat kemajuan luar biasa Papua dan Papua Barat. Kalau Papua mau merdeka dari Indonesia, merupakan tindakan bodoh karena Papua sudah hidup enak dan nantinya belum tentu dapat hidup seperti ini”.
Dr. Philip Tagini, juga menambahkan, seharusnya Papua berkaca dengan PNG, Vanuatu dan Solomon yang hingga saat ini masih miskin setelah merdeka. Pembohongan terhadap masyarakat Papua kalau mau merdeka. Kunjungan kami ini sebagai delegasi MSG telah melihat kenyataan di Papua, sehingga tidak akan terprovokasi lagi dengan WPNCL. Karena secara logika, dimasa kini banyak Negara-negara kecil ingin bergabung dengan Negara besar seperti Indonesia, kenapa Papua yang kecil ingin merdeka, sepertinya hanya penipuan rakyat saja. Secara jujur, setelah melihat Papua dan Papua barat, kami akan mendorong pemerintah Kepulauan Solomon ingin bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan menginginkan ada investor Indonesia yang mendirikan perusahaan di Kepulauan Solomon seperti industri air minum, industri minuman ringan, Ikan, Kelapa Sawit dan lain-lain.
Hampir sependapat dengan pernyataan Frans Albert Joku sebagai mantan tokoh OPM, yang telah berjuang 40 tahun di luar negeri sebagai warga negara PNG. Termasuk Nicolas Simion Messet 38 tahun di Negara Swedia, untuk memperjuangkan Papua merdeka, yang turut mendamping delegasi MSG selama di Papua dan Papua Barat, menyampaikan hanya mimpi disiang bolong mendambakan Papua merdeka. Pengalaman kita selama 40 tahun di luar negeri dibawah kejar-kejaran interpol untuk memperjuangkan Papua merdeka, ternyata hanya kesia-siaan. Selain itu menyadari tujuan merdeka adalah untuk mencapai kesejahteraan ekonomi dan pembangunan, dan sekarang Papua dan Papua Barat sungguh luar biasa kemajuannya, jadi untuk apa menyusahkan diri dibawah bayang-bayang ketakutan, padahal kesejahteraan sudah didepan mata.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s