Papua Masuk NKRI Melalui Kekuatan Diplomasi Bukan Aneksasi

Berdasarkan New York Agreement yang diserahkan kepada Indonesia 1 Mei 1963, melalui kekuatan diplomasi internasional yang menjadikan Papua kembali pada wilayah NKRI, bukan melalui proses aneksasi.
Untuk itulah pemerintah diharap memberikan ruang kepada Papua yang merupakan bagian wilayah NKRI guna berjuang bersama dengan provinsi lain yang berada di luar Papua.
Frans Albert Joku, tokoh sejarah Papua, mengatakan, Papua bukan dianeksasi, bukan berintegrasi dan diintegrasikan atau digabungkan dengan NKRI, karena berintegrasi atau bergabung adalah proses masuk dari luar ke dalam Indonesia.
Lanjut Frans, sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 berdasarkan azas uti prossidentis juris, Papua adalah bagian dari Indonesia namun ditahan oleh Belanda untuk sementara waktu dan diserahkan kepada Indonesia melalui proses Pepera. Jadi yang tepat, Indonesia merebut kembali Papua/Irian melalui jalan diplomasi. “Karena itu istilah yang tepat adalah Papua/Irian ‘diperoleh kembali’ atau ‘masuk kembali’ Papua ke NKRI, bukan diintegrasikan,” tegasnya.
Bila dicermati, konsekuensi logis dari azas uti possidetis (batas wilayah negara bekas jajahan yang kemudian merdeka, mengikuti batas wilayah sebelum negara tersebut merdeka) dalam hukum internasional, jelas Yoku, yang telah diakui dan dipraktekkan oleh berbagai negara, maka Papua merupakan bagian integral dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945.
Dimana pada masa kolonial Belanda, Papua Barat merupakan bagian dari wilayah Hindia Belanda di bawah administrasi Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia. Karena itu sebagaimana pulau-pulau lain di Nusantara, menurut asaz uti possidetis juris tersebut, seharusnya Papua Barat otomatis beralih status menjadi bagian wilayah Republik Indonesia sejak saat Proklamasi 17 Agustus 1945.
Sejarah membuktikan bahwa Papua memang sudah di bawah NKRI sejak kemerdekaan 17 Agustus maka dengan adanya 1 Mei 1963 merupakan langkah strategis berdasar Perjanjian New York yang memperkuat kembalinya Papua ke pangkuan ibu pertiwi. “Hanya orang-orang tertentu saja yang belum bisa menerima ini semua ini dikarenakan tidak mengetahui sejarah sesungguhnya dan saran saya bangsa Indonesia harus banyak memberikan suatu bentuk-bentuk yang bisa diterima semua warga Papua,” tuturnya.
Untuk itulah, menjelang hari bersejarah tepatnya, 1 Mei setiap tahun, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Papua dengan munculnya kembali semangat kebangsaan. Sebuah semangat yang tumbuh dan lama berkembang bahkan sebelum lahirnya Proklamasi 17 Agustus Republik Indonesia.
Ia mengemukakan, terdapat beberapa catatat sebagai refleksi dinamika yang tumbuh dan berkembang di Tanah Papua, hadirnya para nasionalis Indonesia di Tanah Papua telah muncul sebelum Proklamasi seperti contoh, Nikolas Jouwe, Corenus Cray, Silas Papare. Yang masing-masing telah mendirikan Komisi Indonesia Merdeka (KIM). Sementara Marthen Indey dan JA Dimara juga tercatat sebagai penggerak perjuangan Indonesia di Tanah Papua.
Sesungguhnya, perjuangan warga Papua makin bergelora sejak dikumandangkan Proklamasi 17 Agustus 1945 namun saat itu masih sangat terbatas karena beberapa tekanan dan larangan yang ketat dari kolonial Belanda yang masih belum meninggalkan Tanah Papua sampai pada 1 Mei 1963.
Lanjut Joku, nilai politik dan nilai sejarah dalam perjalanan 50 tahun kembalinya Papua ke pangkuan Republik Indonesia, memang relatif dinamis tergantung datri sudut pandang masing-masing. Namun yang tak terbantahkan adalah memang banyak kemajuan yang dicapai Provinsi Papua sekarang ini.
Walaupun kita tak bisa menutup mata atas fakta bahwa dalan waktu 50 tahun ini, belum semua orang Papua bisa merasakan kemajuan. Inilah pekerjaan rumah yang harus di selesaikan bersama. “Ditanya kenapa belum tercapai berarti ada hal-hal yang belum bisa diwujudkan oleh pemerintah pusat kepada Papua baik dilihat dari nilai sejarah, nilai kemanusiaan, maupun nilai-nilai pembangunan yang lain,” tukasnya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s