PNWP Membuat Resah Masyarakat Papua

Setelah berbagai cara dilakukan untuk memprovokasi masyarakat tidak mendapatkan dukungan, kelompok yang menamakan diri Parlemen Nasional West Papua atau biasa disebut PNWP kembali menyebarkan SMS gelap di kalangan masyarakat bernada hasutan untuk melakukan tindak kekerasan. Namun sejalan dengan perkembangan situasi di wilayah Papua, pihak keamanan telah mencium adanya SMS bernada hasutan dikalangan masyarakat Papua sehingga saat ini sedang menelusuri sumber SMS tersebut.
Disaat penelusuran aparat keamanan mengenai SMS yang diklaim berasal dari PNWP, tanggal 24 Juli 2013 di Kota Jayapura, Ketua Parlemen NAsional West Papua, Bukhtar Tabuni mengeluarkan pernyataan dalam rangka mengklarifikasi beredarnya SMS teror mengatasnamakan aktifis Papua dan PNWP yang intinya tidak mengetahui asal-muasal SMS tersebut bahkan menuduh pihak keamanan sendiri yang sengaja menciptakan situasi ini, padahal menurut salah seorang anggota Komite Nasional Papua Barat atau KNPB yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa SMS tersebut memang berasal dari PNWM sesuai perintah Ketua PNWP.
Berikut ini cuplikan pernyataan Ketua PNWP Bukhtar Tabuni untuk menghindari upaya penangkapan aparat keamanan; 1) Menyikapi kedatangan delegasi Melanesian Spearhead Group (MSG) pada bulan Agustus 2013, Pemerintah Kolonial Indonesia telah merekayasa dan menyebarluaskan SMS berisi “seruan perang” kepada rakyat West Papua dengan mengatasnamakan Parlemen Rakyat West Papua (PNWP). SMS tersebut beredar di seluruh pelosok tanah Papua dan dikirim menggunakan nomor baru, yang hampir setiap hari diganti-ganti untuk menghilangkan jejak sumbernya. SMS tersebut meresahkan rakyat Papua; 2) Berikut SMS tersebut, Komando PNWP Pusat kunjungan tim (MSG) ke Indonesia pada bulan Agustus 2013 perintah perang mulai berlaku bulan 8 maka seluruh tanah air OPM TPN dan seluruh pergerakan pembebasan segera persiapkan alat perlawanan mulai hari ini amankan keluarga ke tempat aman; 3) SMS itu adalah suatu trik yang sengaja disebarkan agar rakyat menjadi takut dan tidak terlibat dalam aksi menyambut delegasi MSG yang akan dilakukan dengan Parade Budaya Papua secara damai adi seluruh pelosok tanah Papua. Untuk itu menghimbau agar rakyat tetap tenang, tidak terpengaruh dengan SMS gelap dan sukseskan Parade Budaya Papua pada tanggal 15 Agustus 2013 untuk menyambut Delegasi MSG dan pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Belanda.
Paska munculnya pernyataan Ketua PNWP tersebut, banyak elemen pergerakan Papua merdeka menyayangkan, bahkan mengatakan bahawa Ketua PNWP tidak gentlemen dan pengecut, karena tidak berani mengakui upaya pencarian dukungan masyarakat dalam aktivitasnya. Salah seorang tokoh masyarakat Sentani, Nicholas Demetrow mengatakan “setelah membikin resah masyarakat Papua, sekarang tidak mengakuinya.. sungguh tidak bertanggungjawab”. “Sudah saatnya masyarakat Papua sadar dan tidak mudah terpancing oleh SMS macam ini dan semestinya pihak keamanan membubarkan PNWP dann menangkap kembali ketuanya, karena selalu membikin resah masyarakat Papua yang saat ini sedang focus dalam membangun Papua” tegas Nicholas.
Memang acap kali aktivitas Bukthar Tabuni menresahkan masyarakat, dahulu dengan KNPB-nya, sekarang dengan PNWP, terus besok mungkin berganti lagi. Apapun bentuknya masyarakat sudah tidak terpengaruh lagi, dan harapan masyarakat Papua agar orang-orang semacam itu harus diberikan tindakan tegas agar tidak meresahkan masyarakat dan Papua tetap damai.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s