KNPB : Papua Merdeka Didukung Internasional, Pembohongan Publik !

knpb3

Masyarakat Papua kembali disuguhkan dengan angan-angan dan impian semu. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam jumpa perssnya tanggal 12 November 2013 di Jayapura melalui juru bicaranya, Wim Rocky Medlama menyampaiakan bahwa perjuangan rakyat Papua untuk penentuan nasib sendiri terus dilakukan di dalam dan di luar negeri. Salah satu bentuk perjuangan dan bukti dukungan internasional terhadap rakyat Papua adalah pembukaan kantor Free West Papua di beberapa negara, antara lain di Inggris dibuka tanggal 26 April 2013, Belanda dibuka 15 Agustus 2013 dan PNG dibuka tanggal 6 November 2013 oleh koordinator diplomasi internasional, Benny Wenda di gedung Gartners Partners with Melanesian Inc, Opposite Pacific Engineering, Conference Room, Hohola Industrial Center, Port Moresby, PNG.

Selain itu, ada beberapa agenda penting yang akan dilakukan dalam bulan November 2013, Pertama, pelucuran inisiatif Sorong to Samarai untuk agenda pengibaran Bintang Kejora pada 1 Desember 2013 di PNG dan mendorong West Papua didaftarkan ke forum MSG, imbuhnya.

Isu yang berkembang selama ini yang menyatakan bahwa hampir sebagian besar negara-negara di dunia mendukung perjuangan Papua merdeka, ternyata hanya sebatas retorika. Perjuangan Papua merdeka, hanya didukung beberapa tokoh pilitik satu negara saja, yakni tokoh politik Vanuatu. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Badan Otoritas Adat Sentani, Frans Albert Joku beberapa waktu lalu.
Joku yang juga merupakan mantan Tokoh Presidium Dewan Adat Papua (PDP) urusan luar negeri ini menjelaskan secara rinci bahwa International Parlementarians for West Papua (IPWP) dan International Lawyers For West Papua (ILWP) adalah organisasi yang diorganisir oleh LSM-LSM luar negeri yang peduli terhadap masalah Papua.

“IPWP dan ILWP ini tidak lain hanya sekedar LSM yang bergerak atau gabungan dari kelompok-kelompok perorangan para pemerhati isu yang berkembang di Papua. Mereka terdiri dari pengacara, advokat juga anggota parlemen Inggris dan hanya sekitar dua sampai tiga orang dari Belanda, Belgia dan Uni Eropa,” terangnya.

Satu fakta yang harus diketahui adalah sejak Gubernur Belanda di Batavia, Mercus, 24 Agustus 1828 (100 tahun sebelum sumpah pemuda di Indonesia), atas nama mahkota Belanda sudah mengatakan bahwa Papua itu adalah bagian integral Hindia Belanda atau jajahan Belanda.

“Ini fakta. Jadi jangan melihat sejarah Papua itu sepenggal-sepenggal, tetapi kalau kita melihat asosiasi Papua itu sejak tahun secara resmi 1928 dan ada banyak hal yang terjadi,” tegas Joku.

Saat ini masyarakat Papua sudah memahami bahwa beberapa aksi dan kegiatan yang mengatasnamakan perjuangan rakyat Papua menuju Papua merdeka hanya dilakukan oleh beberapa orang yang menginginkan Papua larut dalam permasalahan dan tidak ingin Papua damai. Namun rakyat Papua semakin dewasa dalam menyikapinya, hal tersebut ditunjukan dengan berkonsentrasi dalam pembangunan, peningkatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Hal tersebut di buktikan dengan semakin meningkatnya pembanguan di Papua baik infrastrukturnya maupun kualitas SDM. ”Dunia tetap mendukung Papua sebagai bagian integral Indonesia dan mendukung Papua dalam pembangunan” kata Pieter Wenda salah satu mahasiswa Papua di Jakarta.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s