Markus Haluk Tuding Edward Okoserai Teroris

gmbr3

Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia (AMPTPI) dan Staf NFRPB, Markus Haluk, menyatakan penembakan terhadap masyarakat sipil bersenjata dan perakit senjata, Edward Okoserai adalah teroris dan bukan OPM, urainya dalam konferensi pers di Kota Jayapura (5/12).

“Eduard Okoserai korban penembakan di Kampung Yongsu, 29 November 2013 bukanlah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) melainkan kelompok yang dipersiapan untuk menodai perjuangan sipil Papua Merdeka. Eduard Okoserai bukan TPN/OPM namun dilatih seperti kelompok teroris untuk memecah belah persatuan antar warga di kampung dan menghancurkan perjuangan TPN/OPM yang sesungguhnya, terangnya.

Markus haluk juga menyampaikan, peristiwa di Kampung Yongsu sangat tidak masuk aka, brutal dan tidak prosedural. Sesungguhnya sebelum melakukan pengledahan pihak kepolisian semestinya melakukan langkah-langkah persuasif dengan melibat tokoh adat, agama dan masyarakat termasuk aparat kampung Yongsu

Pernyataan Markus Haluk, langsung mendapat kritikan dari Tokoh Adat Papua, Amote. Menyatakan pernyataan Markus Haluk “tidak intelektual dan kampungan. Orang yang sudah meninggal masih dituding teroris, sangat tidak manusiawi. Bagaimana Haluk seorang tokoh mahasiswa, yang menjadi harapan masyarakat Papua, tapi perilakunya melebihi teroris. Mau dibawa kemana nantinya adik-adik mahasiswa pegunungan, apalagi sempat menjadi pejabat di tengah masyarakat Papua. Sikap dan perilakuknya akan membawa petaka besar bagi masyarakat Papua”, tegasnya dengan marah.

Markus Haluk Tuding Edward Okoseri Teroris

Tokoh Adat tersebut menekankan “agar keluarga Eduard Okoserai meminta pertanggungjawaban atas pernyataan Markus Haluk karena bukan saja melecehkan keluarga korban, akan tetapi seluruh marga Okoserai sebagai masyarakat adat”, terangnya.

Menurutnya, apabila berfikiran jernih, apasih bedanya OPM dengan kepemilikan senjata illegal. Keduanya sama-sama melanggar hukum dan wajib ditangkap untuk diproses secara hukum. Dari pernyataan Markus Halu yang berpihak kepada OPM, berarti secara tidak langsung bahwa Markus Haluk adalah OPM, yang harus ditangkap, sama dengan Eduard Okoserai.

Amote juga mengatakan, perilaku yang diperlihatkan Markus Haluk selama ini, yang selalu provokatif untuk mengajak masyarakat Papua tidur dan bermimpi, sangat membahayakan masa depan Papua. Para kaum mahasiswa secara khusus mahasiwa Papua Pegunungan agar berhati-hati dengan perilaku Markus Haluk. Cara berpikirnya seorang mahasiswa seperti Markus Haluk, yang senang berhayal dan mengungkit-ungkit masalalu, yang samasekali tidak diketahuinya, dapat merusak alam pikiran para mahasiswa. Masyarakat Papua dan kalangan mahasiswa harus sadar bahwa persaingan kedepan akan semakin sulit, yang membutuhkan skill dibidang teknologi dan ekonomi. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk berkhayal, tapi aksi nyata mengejar skill, apabila Papua ingin maju, tegasnya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s