KNPB Kembali Jualan Program

knpb
KNPB Buang-Buang Waktu dan Energi

KNPB kembali mengajak masyarakat Papua melakukan aksi turun jalan untuk mendukung dengar pendapat di Komisi HAM Parlemen Uni Eropa, urainya Kingko, Tokoh Mahasiswa Papua di Jakarta (24/1).

Kingko menjelaskan, pasca pembohongan masyarakat Papua akan kunjungan MSG tanggal 13 Januari 2013, dimana KNPB mengampanyekan kepada masyarakat Papua untuk datang menyambut delegasi MSG, yang akan mendukung kemerdekaan Papua Barat. Ternyata hanya pembohongan karena kunjungan Delegasi MSG datang ke Papua untuk menjalin kerjasama ekonomi dan pembangunan dengan Pemerintah Indonesia untuk belajar pembangunan yang begitu pesat di Papua, tegasnya.

“KNPB tebal muka dan tidak punya rasa tanggungjawab yang terus membohongi masyarakat Papua”, tegasnya.

Tokoh mahasiswa Papua di Ibukota Negara ini, menambahkan bahwa kebohongan demi kebohongan yang dilakukan KNPB selama ini, sudah sebaiknya KNPB evaluasi diri. Namun kenyataannya tidak, malah terus mengangkat isu-isu tidak jelas dan sedihnya membawa-bawa masyarakat Papua untuk mengajak turun kejalanan, yang dapat mengganggu aktifitas masyarakat.
Menurut Kingko, terlalu jauh KNPB mengurusi kegiatan-kegiatan di luar negeri seperti di eropah. Di Papua masih banyak yang harus dibenahi dari mulai pendidikan, kesehatan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Apapun agenda-agenda di luar negeri , tidak mungkin merubah status politik di Papua karena Badan tertinggi dunia PBB melalui resolusi ataupun keputusannya, telah memutuskan Papua adalah bagian dari NKRI yang tidak bisa diganggu-gugat”, tukasnya.

Tambahnya lagi, tidak mungkin PBB terpengaruh apalagi sampai merubah keputusan hanya karena masalah-masalah kecil yang terjadi di Papua. Itu menjadi urusan dalam negeri Indonesia. Kalaupun ada pembahasan-pembahasan di luar negeri, itu hanyalah sebagai evaluasi untuk diperbaiki oleh negara bersangkutan. Tidak akan mempengaruhi kedaulatan Negara terkait, terangnya.

Kingko juga menjelaskan, apabila kita mencermati kebijakan dunia, masalah invasi ataupun pembentukan Negara baru sudah tidak eranya lagi. Bisa kita lihat invasi Negara Irak terhadap Negara Kwait, seluruh dunia menentang dengan tegas. Hal inilah menjadi pelajaran bagi kita bahwa dunia melalui PPB mempunyai kebijakan untuk mengokohkan Negara-negara yang sudah ada. Konflik yang terjadi disuatu Negara menjadi urusan dalam negeri masing-masing dan PBB hanya mendesak penyelesaian secara internal dari Negara terkait.

“Pekerjan yang dilakukan teman-teman yang mengklaim diri sebagai pejuang Papua Barat hanya buang-buang waktu dan energi. Jauh lebih bermanfaat apabila kita masyarakat Papua bekerja keras untuk mendorong pembangunan di Papua, yang mendapat prioritas dari Pemerintah Pusat”, desak Kingko.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s