Tokoh Intelektual dan Politik Papua Masih Ada Berpikiran Primitif

orangpapua

Kemungkinan diplomasi Indonesia akan gagal dan WPNCL akan diterima sebagai anggota MSG karena agenda utama kunjungan delegasi MSG tidak berhasil dipenuhi oleh Pemerintah Indonesia. Delegasi MSG tidak dijadwalkan ke tempat-tempat yang dapat membuktikan apakah terjadi pelanggaran HAM berat di Papua atau tidak serta bertemu dengan LSM-LSM pegiat HAM di Papua seperti JDP, ALDP, Elsham, Kontras dan Komnas HAM. Pemerintah Indonesia justru membawa delegasi Menlu MSG ke tempat-tempat untuk menyembunyikan terjadinya pelanggaran HAM seperti mengunjungi SMK, Bank Papua, Kantor Gubernur Papua, tegas Dosen Fisip Uncen, Marinus Young di Jayapura yang didukung Ketua Komisi A DPRP Ruben Magai (16/1).

Ruben Magai mengatakan bahwa kedatangan Menlu MSG ke Papua seperti pencuri karena rakyat dan wakil rakyat Papua belum bertemu delegasi MSG. Yang menjadi persoalan bahwa kedatangan delegasi Menlu MSG ke Papua bukan berarti masalah Papua sudah selesai. Masalah Papua tidak akan pernah selesai, karena rakyat Papua menginginkan kehadiran MSG benar-benar ketemu mereka dalam kondisi apapun, ujarnya.

Menyikapi pernyataan ke dua tokoh tersebut, Tabuni sebagai Tokoh elit politik di Papua menegaskan, Marinus Young dan Ruben Magai sebagai tokoh Papua yang menjadi contoh di tengah masyarakat, tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak penting dan provokatif, urainya.

Dari thema kunjungan delegasi MSG ke Papua “On Promoting Economic Ties And Development Cooperation”, berarti memang delegasi ingin meninjau pembangunan dan perekonomian di Papua. Bukan seperti yang digembar-gemborkan NRFPB, KNPB dan WPNCL, yang selama ini kampanye tentang kehadiran MSG untuk mendukung kemerdekaan Papua Barat, tegasnya.

“Itu semakin membuka kebohongan NFRPB, KNPB dan WPNCL, yang selama ini tidak pernah berhenti membohongi rakyat Papua. Disisi lain, kunjungan MSG ke Papua untuk membuka wawasan masyarakat Papua bahwa Negara-negara dunia dalam menghadapi era globalisasi, focus akan pengembangan ekonomi dan pembangunan sebagai ketahanan Negara. Masalah politik desintegrasi ataupun invasi Negara ke Negara lain hampir tidak ada lagi”, tambahnya.

Tabuni kembali menegaskan ”Apabila seluruh lapisan masyarakat Papua bergandengan tangan untuk bekerja keras mengejar pembangunan di Papua, maka Papua bisa lebih maju ataupun hampir sama dengan daerah-daerah lain. Karena saat ini aja, dimana masih banyak menghambat pembangunan, namun pembangunan sudah demikian pesat seperti pengakuan delegasi MSG. Jika semua pihak seperti NRFPB, KNPB, Mahasiswa dan WPNCL, bekerja keras mendukung pembanguan seperti keseriusan mereka untuk menolak pembangunan, pasti Papua menjadi daerah diperhitungkan di kawasan Pasific”, terangnya dalam mengakhiri perbincangannya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s