SKP-HAM Papua Jual Isu Kematian Ketua KNPB Sorong

skp

Sail Raja Ampat yang diresmikan Presiden SBY dan dihadiri berbagai undangan dalam dan luar negeri sukses dilaksanakan dengan meriah. Namun sempat terjadi peristiwa yang hampir mencoreng pelaksanaan Sail Raja Ampat, yaitu menjelang pelaksanaan Sail Raja Ampat, di Pulau Nana, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, telah ditemukan sesosok mayat, yang teridentifikasi sebagai salah satu aktivis Papua, Martinus Yohame (Ketua KNPB Sorong Raya) yang sebelumnya dilaporkan menghilang sejak tanggal 20 Agustus 2014.
Paska peristiwa tersebut berbagai kalangan berspekulasi bahwa korban senganja di bunuh oleh Aparat keamanan, ada juga yang memberikan kabar bahwa terjadi konflik internal antar organisasi KNPB.
Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia Papua (SKP-HAM Papua) menilai pemerintah Indonesia tidak menjamin hak hidup orang Papua. Orang Papua terancam penculikan dan pembunuhan dan melalui Kordinator SKP HAM Papua Peneas Lokbere, dengan entengnya menuduh bahwa Pemerintah Indonesia melalui institusi militer menghabisi dengan alasan klasik yang tidak mendasar. Alasan menentang negara dan mengancam keutuhan negara dipakai untuk menghabisi orang Papua. “Hidup orang Papua tidak ada jaminan. Separatis menjadi alasan untuk membunuh,” ujarnya, kepada awak media di Kantor KontraS Papua, Selasa (16/9).
Padahal saat dilakukan jumpa pers oleh Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia Papua (SKP-HAM Papua), pihak Kepolisian Daerah Papua belum mengumumkan penyebab kematian korban, yang disebabkan tidak diperbolehkannya dilakukan Outopsi oleh pihak Keluarga. Namun dengan mudahnya Peneas Lokbere menyatakan bahwa itu dibunuh oleh Aparat keamanan. Mestinya sebelum melakukan jumpa pers, Peneas Lokbere mencari fakta baik dari keluarga korban, teman-teman korban dan pihak kepolisian sebagai institusi negara.
Sementara pihak yang berwenang saat ini masih melakukan pendalaman penyebab kematian Martinus Yohame. Disisi lain beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya memberikan keterangan bahwa kematian Yohame dilatarbelakangi adanya persoalan internal KNPB, sehubungan dengan proses negoisasi permintaan dana yang dilakukan Martinus Yohame kepada pihak Apkam sebagai kompensasi agar KNPB membatalkan aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden SBY di Sorong.
“Martin Yohame hanya jual isu saja, dong gertak polisi supaya kasih uang agar tidak jadi demo “ ucap tokoh pemuda sorong yang tidak mau disebutkan namanya.
Negosiasi permintaan dana tersebut kemungkinan diketahui oleh sesama anggota KNPB, sehingga mencurigai dana tersebut telah diterima, namun tidak secara transparan disampaikan kepada sesama komunitas KNPB Sorong yang kemudian menimbulkan pertikaian, selanjutnya berakhir dengan kematian Martinus Yohame.
“ah.. dia baku tipu sama temannya, makanya saya tidak heran kalau dia mati, mungkin dia rakus ka pa?” tegasnya dengan nada sedikit emosi.
“yang paling penting wilayah Papua khususnya Sorong itu Aman, persoalan kriminal sudah ada yang urus.. stop saling curiga dan tuduh tanpa bukti.. jangan dengar SKP-HAM Papua, itu jual isu saja” kata salah satu pemuda wilayah Sorong Raya, Artur Kogoya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s