Bebaskan WNI Asal Papua, Diplomasi Indonesia Patut Diapresiasi

Penjara-Bebas

Diplomasi Indonesia layak dipuji pasca berhasil membebaskan WNI asal Serui, Papua dari jeratan hukum di Papua Nugini. Keberhasilan tersebut seolah memutar-balikkan fakta yang selama ini diisukan bahwa orang Papua di-anak-tirikan oleh Pemerintah Indonesia. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Pemerintah Indonesia melalui Konsulat Republik Indonesia di Vanimo terus melakukan pendampingan, baik ketika penahanan hingga selesai persidangan.

Siaran pers Konsulat RI Vanimu yang diterima Antara di Jakarta, Minggu, menyebutkan Baren Waroi (17 Th) dan Franky Wanggai lolos dari vonis hukuman penjara. Seorang WNI lagi, Luki Waroi dijerat hukuman lima tahun penjara dengan tuduhan illegal fishing di perairan Papua Nugini (PNG) Wutung, yang berbatasan dengan Jayapura, Papua.

Ketiga warga Papua ini ditangkap aparat keamanan PNG pada 6 September 2014, karena dianggap melakukan illegal fishing atau penangkapan ikan secara illegal dengan menggunakan boat bermesin temple dan kepemilikan bom ikan (dopis).

Konsul RI di Vanimo, Jahar Gultom, mengatakan, dirinya ikut melihat jalannya pembacaan vonis hakim di Pengadilan Vanimo pada 19 September 2014. Ia juga mengatakan, Konsulat RI menyiapkan pengacara untuk meminta keringanan hukuman bagi warga Papua itu dengan pertimbangan bahwa illegal fishing dilakukan tidak dengan skala bisnis, tetapi hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baru pertama kali dilakukan dan dua warga (Baren Waroi dan Franky Wanggai) hanya ikut-ikutan saja.

Atas upaya Konsulat itulah, akhirnya Baren Waroi dibebaskan terlebih dahulu dan dititipkan di Konsulat sejak 8 September 2014. Sementara Franky Wanggai dijatuhi denda dan proses pembayaran denda sudah dilakukan bersama dengan pihak keluarga.

“Dari proses awal kita peroleh informasi tentang penangkapan tiga warga Indonesia asal Papua ini, kita menghubungi pihak keluarga dan mengoordinasikan dengan aparat keamanan setempat. Selain itu, kita tunjuk juga pengacara setempat untuk mendampingi warga kita ini, sehingga diperlakukan secara adil,” kata Jahar Gultom.

Tidak cukup hanya disitu, Perwakilan Indonesia di Vanuatu saat ini melalui pengacara sedang fokus berupaya agar Luki Waroi yang dijerat hukuman lima tahun penjara dapat dibebaskan, meskipun barang bukti berupa enam buah bom ikan, “cool box” dan kapal ukuran 23 mesin 40 PK sulit untuk dibantahkan dan menguatkan vonis hakim dimaksud.

Jahar kemudian mengatakan bahwa upaya-upaya masih terus dilakukan konsulat yaitu berkoordinasi dengan pengacara, pihak keluarga dan otoritas terkait lainnya di Vanimo. (Aji/ANTARA)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s