Pemekaran Wilayah : Langkah Konstruktif Peningkatan Kesejahteraan Papua

PemekaranaSesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi dibagi atas kabupaten/kota yang masing-masing memiliki pemerintahan di daerah masing-masing yang berkedudukan sebagai penyelenggara otonomi daerah. Berdasarkan ketentuan Angka 6 Pasal 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam system Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemekaran suatu wilayah/daerah dapat diartikan sebagai pembentukan daerah otonomi baru yang (salah satu) tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan public guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa pemekaran wilayah merupakan suatu langkah konstruktif yang dapat ditempuh guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada suatu wilayah. Aspek-aspek tersebut meliputi aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, kualitas sumber daya manusia, sosial budaya, politik dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari luas wilayahnya, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang mencapai ± 422.000 Km² dianggap sangat layak untuk dimekarkan. Hal ini diperkuat dengan kondisi bahwa sebagian besar akses transportasi pada wilayah tersebut tidak dapat ditempuh melalui jalur darat. Kondisi geografis tersebut hingga saat ini mengakibatkan masih terhambatnya peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Papua yang pada akhirnya juga akan menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Banyak pihak di wilayah Papua yang menyatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan orang Papua bukanlah pemekaran, melainkan peningkatan kesejahteraan dari semua sektor. Pernyataan tersebut seharusnya kembali ditelaah secara cermat. Kondisi kesejahteraan masyarakat Papua seperti yang saat ini terjadi diakibatkan karena keberadaan beberapa kelompok masyarakat yang ada di Papua sulit ditempuh sehingga pelayanan publik sulit menjangkau kelompok-kelompok masyarakat tersebut. Selain itu, ulah oknum-oknum pejabat Pemerintah Daerah yang melakukan tindakan koruptif terhadap anggaran negara mengakibatkan usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua masih dirasa belum efektif.

Beberapa pendapat berpandangan bahwa pernyataan tersebut di atas dilontarkan oleh kelompok-kelompok tertentu agar ‘isu’ kesejahteraan masyarakat Papua dapat menjadi salah satu ‘senjata utama’ untuk memperoleh atensi dari Negara lain sehingga membenarkan berbagai usaha kelompok-kelompok tersebut untuk melepaskan diri dari NKRI. Selain itu, pandangan lain berpendapat bahwa pernyataan tersebut dilontarkan oleh oknum pejabat Pemerintah Daerah untuk menolak pemekaran wilayah di Papua sehingga tindakan penyelewengank euangan negara untuk kepentingan pribadi masih terus dapat dilakukan.

Perkembangan wilayah biasanya merupakan wujud dari keinginan masyarakat di suatu daerah untuk tumbuh dan berkembang dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan keamanan, dalam dimensi geografis. Tingkat perkembangan suatu wilayah dapat dilihat dari rasio antara luas wilayah terbangun (built-up area) terhadap total luas wilayah. Semakin besar rasionya, maka semakin tinggi tingkat perkembangan wilayahnya. Semakin luas built-up area-nya dapat diartikan semakin tinggi aktifitas ekonomi masyarakatnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, pemekaran wilayah di Papua merupakan suatu langkah konstruktif yang dapat ditempuh guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dari seluruh aspek kehidupan khususnya aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, kualitas sumber daya manusia, sosial budaya dan politik.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s