Alasan Dibalik Kekecewaan Lukas Enembe : RUU Otsus Plus dan Pilkada Tahun 2015

otsus plus vs pilkada serentakMasih teringat jelas, bagaimana reaksi kekecewaan Lukas Enembe, Gubernur Papua yang tidak terbendung terhadap hasil Rapat Paripurna DPR RI membahas Prolegnas tahun 2015 yang menunda pembahasan RUU Otsus hingga tahun 2016. “Saya kecewa pembahasan draft RUU Otsus Plus Papua ditunda hingga 2016. Saya berjanji tidak akan menginjakan kaki di Jakarta lagi untuk membahas Otsus Plus”, ujar Lukas Enembe.

Respon kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai harapan merupakan tindakan yang wajar, namun reaksi kekecewaan dengan mengutarakan ancaman yang Lukas Enembe dinilai berlebihan dan memunculkan tanda tanya besar. Mengingat alokasi Otsus Papua yang telah Pemerintah alokasikan untuk Pemda Papua sebesar 37,5 Triliun, terhitung sejak tahun 2001. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan peningkatan kesejahteraan dan pembangunan di Papua yang belum signifikan. Kemudian pernyataanya, kenapa Lukas Enembe bersikukuh kepada Pemerintah agar Otsus Plus segera dimasukan kedalam Prolegnas 2015?

Sungguh suatu alasan yang tidak logis, jika lagi-lagi perbedaan harga yang tinggi dan susahnya Pemda Papua memperoleh pasokan infrastruktur menjadi pembenaran Lukas Enembe. Padahal dengan dana Otsus yang telah mencapai 37,5 Triliun, seharusnya mahalnya harga untuk pembanguan infrastruktur dapat tertangulangi dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Rizal salah satu anggota BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan), mencatat adanya indikasi penyimpangan dana otonomi khusus Papua sebesar Rp 4,281 Triliun. Dari jumlah itu, Rp 319,7 Milyar dipastikan mengakibatkan kerugian Negara, ujar Rizal. Temuan tersebut berasal dari Dana Otsus tahun 2002-2010 sebesar Rp 28,8 T. Sedangkan untuk periode 2010-2014 masih dalam proses penyelidikan terkait adanya indikasi kerugian Negara. BPK RI juga menerangkan bahwa angka kerugian negara ini diindikasikan mungkin bertambah. Alasannya, terdapat pertanggungjawaban pengeluaran sebesar Rp 566,3 Milyar yang tidak didukung dengan bukti lengkap dan valid.

Berdasarkan kondisi tersebut mungkini ini lah alasan yang paling logis mengapa Lukas Enembe kecewa karena RUU Otsus Plus tidak dimasukan kedalam Polegnas 2015. Tak dapat dipungkiri besarnya dana Otsus yang diminta dalam RUU Otsus Plus tersebut juga merupakan pundi-pundi pemasukan bagi para oknum pejabat di Papua, khususnya menjelang digelarnya Pilkada tahun 2015.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s