Masyarakat Papua Ragukan KNPB

Masyarakat meragukan KNPBTidak dapat dipungkiri lagi, kesucian KNPB sebagai organisasi kepemudaan di Papua telah ternoda. Tepat sepekan setelah Timsus Gabungan TNI/Polri melakukan operasi tangkap tangan terhadap tiga anggota KNPB yang sedang melakukan transasksi jual-beli amunisi sebanyak 500 butir dengan personel yang sedang menyamar, di PTC Entrop Kota Jayapura.

Fakta tersebut berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Patrige Renwarin menyampaikan bahwa keterlibatan ketiga aktivis KNPB an. Albertho Jikwa, Royes Wenda dan Fredy Kogoya yang mengakui telah melakukan transaksi jual-beli amunisi tajam yang selanjutnya akan dikirim ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ketiga tersangka akan dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Pasal 1 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, amunisi tanpa ijin dengan ancaman hukuman seumur hidup,” tandas Patrige.

Keterangan Polda Papua seperti petir menyambar di siang bolong bagi KNPB. Seperti yang kita ketahui KNPB sebagai organisasi yang mengedepankan intelektualitas dan perdamaian malah terlibat dalam jual-beli senjata dalam sindikat KKB. Diperkirakan masih dilakukanya proses penyidikan oleh Penyidik Reskrim Polda Papua terhadap saksi-saksi tambahan, tidak menutup kemungkinan akan mengarah kepada petinggi KNPB.

Terlebih ketiga tersangka telah mengakui keterlibatanya dalam kasus tersebut. Meskipun Wakil Sekretaris I Badan Pengurus Pusat KNPB Neki Yeimo dalam klarifikasinya mengatakan bahwa “KNPB mengklarifikasi bahwa ketiga orang tersebut adalah bukan anggota KNPB dan tidak ada keterlibatan KNPB dengan ketiga orang tersebut. KNPB tidak bertanggung jawab atas status tiga orang tersangka pemilik munisi yang ditangkap oleh pihak aparat keamanan,” ujarnya.

Nasi sudah menjadi bubur, klarifikasi Neki Yeimo seakan tidak merubah kekecewaan masyarakat Papua terhadap KNPB. Pengakuan ketiga tersangka merupakan pukulan telak bagi KNPB dibalik eksistensi yang mulai melejit menyisihkan eksistensi organisasi asli Papua lainnya. Dampaknya masyarakat Papua yang mulai berempati kepada KNPB menjadi ragu terhadap arah pergerakan KNPB yang selama ini mengklaim sebagai organisasi sipil yang mandiri, idealis, clean dan menjungjung tinggi perjuangan Papua tanpa kekerasan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s