Melanesia di Indonesia Bukan Hanya Papua Barat

MELANESIA DI INDONESIA BUKAN HANYA PAPUA BARATMelanesia merupakan ras yang umumnya berkulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, serta profil tubuh atletis. Di Dunia populasi mayoritas ras melanesia ada di negara-negara Wilayah Pasifik Selatan diantaranya Papua Nugini, Vanuatu, Fiji, New Caledonia, dan kepulauan Solomon. Pada akhirnya negara-negara tersebut membentuk organisasi yang dinamakan Melanesia Spearhead Group (MSG). MSG merupakan sebuah organisasi di bidang perekonomian dan perdagangan antar Pemerintah negara-negara di wilayah Pasifik Selatan. Negara-negara tersebut menandatangani Persetujuan Pembentukan MSG pada tanggal 23 Maret 2007 dan meresmikannya dibawah badan hukum internasional yang bermarkas di Port Vila, Vanuatu.

United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) atau dalam hal ini gabungan dari kelompok-kelompok separatis yang merasa mewakili suara dari seluruh warga di Provinsi Papua Barat, mempunyai keinginan untuk masuk dalam keanggotaan MSG. ULMWP telah mengirimkan aplikasi ke MSG tanggal 4 Februari 2015 ke sekretariat MSG di Vanuatu. Padahal di Indonesia, bukan hanya Papua Barat saja yang termasuk dalam Ras Melanesia. Indonesia memiliki 4 provinsi lagi selain Papua Barat yang mayoritas populasi masyarakatnya juga Ras Melanesia, antara lain : Provinsi Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.

Pemerintah Indonesia saat ini mempunyai kedaulatan penuh atas Provinsi Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, NTT, dan Papua. Sehingga, tidak bisa begitu saja MSG menerima semudah itu aplikasi ULMWP untuk masuk ke dalam anggota MSG. Saat ini, Pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya penuh untuk membangun kawasan timur Indonesia yang mayoritas populasi masyarakatnya ras Melanesia melalui kerja sama saling menguntungkan dengan MSG meliputi bidang perdagangan, perekonomian dan keamanan, terutama kerja sama dengan Pemerintah Daerah NTT, Malut, Maluku, Papua dan Papua Barat. Bentuk kerjasama yang telah dilakukan diantaranya adalah kerja sama pembangunan Regional Police Academy MSG. Ada wacana kerja sama ini diperluas dengan membuat pusat kajian Melanesia di Indonesia dalam bentuk Melanesia-Indonesia dengan NTT Jadi pusatnya.

Hal tersebut mengemuka dalam konsultasi publik tentang Melanesia di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kupang, Rabu (18/2). Pertemuan yang dipandu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTT Pieter Manuk itu melibatkan akademisi, budayawan, dan pejabat terkait kebudayaan. “NTT diproyeksikan menjadi pusat kajian Melanesia di Indonesia. NTT, yang kini berpenduduk 4,6 juta jiwa mayoritas ialah ras atau campuran Melanesia. Proyeksi itu secara lisan sudah disetujui Kementerian Luar Negeri Indonesia,” tutur Leo Nahak, yang merupakan mantan Kepala Museum NTT. Dia juga mencatat, sejumlah ritual dan tarian rakyat, seperti Tari Perang di NTT, mirip dan masih bertahan di Papua Niugini, Fiji, Kepulauan Salomon, atau negara ras Melanesia lainnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo berkeinginan membentuk kawasan Melanesia dengan menggabungkan lima provinsi di kawasan timur yakni Maluku, Maluku Utara (Malut), Papua, Papua Barat dan NTT dalam kawasan tersebut. “Presiden sangat berkeinginan membentuk kawasan Melanesia di Indonesia sehingga menugaskan Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Tedjo Edhy untuk bertemu Gubernur lima provinsi tersebut di Ambon, Jumat (27/2),” kata Gubernur Maluku Said Assagaff kepada Antara, Sabtu (28/2).

Menko Polhukam Tedjo Edhy, menurut Gubernur Said, menjelaskan keinginan besar Presiden agar lima provinsi ini terlibat langsung dalam kawasan Melanesia dengan membentuk sebuah forum. Pertemuan khusus bersama Menko Polhukam tersebut, tandas Gubernur, menunjukan besarnya perhatian pemerintah pusat untuk membangun lima provinsi di kawasan timur tersebut.

Gubernur Said, menilai sangat wajar Presiden Joko Widodo menyatukan lima provinsi tersebut dalam sebuah lembaga, mengingat pada jaman orde baru lima daerah ini dikelompokkan dalam wilayah pengembangan yang diklasifikasikan dalam satu kawasan karena memiliki kesamaan dalam rumpun ras dan etnis Melanesia,” katanya. Gubernur mencontohkan masyarakat Fiji, Selandia Baru beberapa bahasa yang sama persis dengan digunakan di Maluku atau provinsi lain. “Kalau pernah ke Fiji, Selandia Baru, pasti kaget karena bahasa mereka hampir sama dengan kita karena dahulu kita semua berada dalam satu rumpun. Misalnya sungai warga Fiji menyebutnya kali atau way dan penyebutannya sama dengan provinsi di Indonesia Timur,” ujarnya.

Ditanya, program yang akan diperjuangkan dalam kawasan Melanesia-Indonesia, menurut Gubernur, kebudayaan menjadi salah satu prioritas untuk membangun kerja sama dengan negara-negara di kawasan pasifik, di samping masalah sosial dan percepatan pembangunan. “Sejumlah kawasan yang tergabung dalam negara pasifik rumpun Melanesia/ Melanesian Sperhead Groups (MSG) telah menyatakan ketertarikan untuk membangun kerja sama saling menguntungkan dengan pemerintah di lima provinsi ini,” katanya. Dia menambahkan, dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo akan mengundang secara khusus Gubernur dari lima provinsi tersebut untuk membicarakan persiapan pembentukannya lebih jauh dan program di masa mendatang.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s