Dialog Jakarta-Papua : Suara Sumbang Kepentingan Para Cowboy

1_CowboyBerbagai upaya dan usaha terus dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab di wilayah Papua untuk memprovokasi masyarakat Papua agar membenci Negara Kesatan Republik Indonesia. Salah satu isu yang ‘santer’ dihembuskan kelompok tersebut saat ini adalah ‘Dialog Jakarta-Papua’. Isu tersebut saat ini merupakan isu yang paling banyak dibicarakan pada media-media interaktif di Papua. Isu tersebut ternyata menimbulkan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari berbagai pihak. “apakah Dialog Jakarta-Papua merupakan solusi untuk penyelesaian konflik Papua ? Atau hanya sebagai media pencapaian tujuan bagi kepentingan kelompok-kelompok tertentu ?”

Tentu saja berbagai pertanyaan tersebut memiliki urgensi yang sangat besar untuk mendapatkan jawaban yang pasti, mengingat kelompok-kelompok tersebut seringkali berlaku anarkis dan provokatif bagaikan Cowboy di Tanah Papua. Menjawab pertanyaan besar di atas, maka perlu dipahami terlebih dahulu motif daripada kelompok-kelompok tersebut. Seperti yang diketahui dalam teori motivasi dijelaskan bahwa, setiap tindakan individu selalu didasari dan dilandasi pada motif individu.

Tokoh-tokoh yang paling sering menyampaikan melalui media interaktif di Papua terkait pelaksanaan Dialog Jakarta-Papua antara lain adalah Okiman Puron Wenda (mengklaim diri sebagai koordinator TPN-PB OPM) dan Goliath Tabuni (mengklaim diri sebagai Panglima TPN-OPM). Kedua tokoh tersebut merupakan perwakilan kelompok yang selalu menyuarakan kemerdekaan bagi Papua dengan menggunakan pendekatan kekerasan dan anarkisme. Selain itu, kedua tokoh ini juga lebih dikenal sebagai Cowboy Papua karena selain bersenjata (senjata api), mereka juga tidak akan segan untuk melukai hingga membunuh siapapun termasuk masyarakat Papua sendiri yang menentang dan tidak mendukung berbagai kegiatan serta pergerakan mereka.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, saat ini pola pergerakan para cowboy beserta pengikutnya mengalami perubahan. Seperti yang disampaikan melalui beberapa media online, saat ini kelompok-kelompok tersebut gencar menyuarakan terselenggaranya ‘dialog Jakarta-Papua’. Hal ini sangat bertolak belakang dengan manifesto perjuangan mereka sebelumnya. Tentu saja perubahan ini menjadi sangat menarik untuk dipelajari.

Salah satu penyebab perubahan pola pergerakan kelompok-kelompok tersebut adalah motif ekonomi dan motif kecemburuan sosial terhadap kelompok lain yang memiliki tujuan sama tetapi memiliki perbedaan dari sisi pola perjuangannya. Hal tersebut dikarenakan kelompok lain hidup dalam gelimangan kemewahan dan kebahagiaan. Sedangkan para cowboy ini hidup di dalam hutan dengan segala keterbatasannya. Untuk mempertahankan hidup pun mereka harus mempertaruhkan nyawa dengan cara merampok dan mencuri. Faktor kesenjangan sosial tersebutlah yang menjadi motivasi bagi kelompok cowboy untuk menyuarakan ‘dialog Jakarta-Papua’.

Selain faktor kesenjangan sosial, ternyata terdapat motif lain bagi kelompok cowboy yaitu jaminan kebebasan hukum. Seperti yang diketahui sebelumnya, Okiman Puron Wenda dan Goliath Tabuni merupakan orang yang paling dicari dan telah termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian Daerah Papua atas berbagai tindakan teror yang terjadi selama ini di wilayah Papua.

Dengan demikian, maka urgensi pelaksanaan ‘Dialog Jakarta-Papua’ bukan merupakan solusi penyelesaian konflik yang terjadi di Papua, melainkan hanyalah sebagai sarana bagi kelompok-kelompok tertentu (cowboy) untuk memproleh kekebalan hukum atas berbagai tindakan kriminal yang pernah dilakukan sebelumnya. Selama faktor ekonomi masih memenuhi ‘kepala’ kelompok-kelompok tersebut, maka dapat dipastikan konflik di Papua tidak akan pernah berhenti. Keserakahan mereka akan terus memotivasi mereka untuk melakukan tindakan teror yang bersifat anarkis dan provokatif yang bertujuan untuk menciptakan instabilitas keamanan di Papua.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s