Warga Wamena : Terima Kasih Bapa Jokowi

pemberian grasiTepat sebulan sudah, Presiden Jokowi memberikan grasi kepada 5 orang warga pada saat kunjungan Preseden ke Papua, tanggal 9 Mei 2015 lalu. Walaupun memang sudah telat tapi tidak ada salahnya kami perwakilan masyarakat Wamena mengucapkan terima kasih kepada Bapa Presiden yang sudah memberikan perhatiannya kepada saudara-saudra kami. Rasa senang bercampur haru yang tidak dapat kami ungkapkan saat saudara-saudara kami turun dari pesawat menginjakan kaki di tanah Wamena. Saat itu kami datang dengan suka cita menyambut kehadiran saudara kami.

Ucapan terima kasih kami, terinspirasi dari kata-kata yang disampaikan salah seorang Kaka kami yang mendapatkan grasi tersebut, yaa betul Kaka Linus Hiluka yang menyampaikan kebangganya saat bertemu Presiden Jokowi. Saat kelimanya bertemu Presiden Jokowi, meskipun pertemuan itu singkat hanya sekitar 15 menit. Namun Kaka Linus Hiluka masih mengingatnya, pada saat itu di dalam sebuah ruangan di Lapas Abepura, Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly serta Wakil Gubernur, Papua Klemen Tinal. Jokowi mengatakan bahwa pemberian grasi ini adalah inisiatif dari dirinya, bukan memenuhi permohonan.

Kaka Linus Hiluka betul-betul gembira hal itu terlihat benar diraut wajahnya saat bertemu dengan kami sekeluarga, semoga Tuhan Yesus selalau memberkati kami disetiap langkah kehidupan kami. Amen.

 

Apa itu Grasi

Banyaknya referensi dan ahli yang memberikan pengertian grasi berikut adalah ini dari pengertian grasi. Grasi pada dasarnya merupakan upaya hukum istimewa, yang dapat dilakukan atas suatu putusan pengandilan yang telah memiliki kekuatan hukum yang tetap, termasuk putusan Mahkamah Agung. Istilah grasi berasal dari kata “gratie”dalam Bahasa Belanda atau “granted” dalam Bahasa inggris, yang berarti wewenang dari Kepala Negara untuk memebrikan pengampunan terhadap hukuman yang telah dijatuhkan oleh hakim, untuk mengahus seluruhnya, sebagian atau mengubah sifat/bentuk hukuman itu.

Secara singakat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan grasi sebagai ampunan yang diberikan Kepala Negara terhadap seseorang yang dijatuhi hukuman. Sedangkan menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 20 Tahun 2012, grasi diartikan sebagai pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.

 

Ucapan Terimakasih dari Kami

Tidak hanya kami warga Waena, sedikit saya kutip pernyataan dari beberapa tokoh-tokoh Papua seperti Pdt. Socratez Sofyan Yoman yang mengatakan terimakasih dan mengapresiasi atas kebijaksanaan Presiden Jokowi, karena ini merupakan salah satu langkah menyelesaikan masalah Papua. Selain itu, Wakil ketua DAP sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Kab. Yapen, Wellem Zaman Bonai  juga menyampaikan bahwa Kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan pembebasan terhadap 5 Tapol Napol Papua sangatlah tepat dan perlu diapresiasi DAP. Selanjutnya,  Ketua Pansus HAM DPRD yang juga merupakan anggota DPRP, Laurenzus Kadepa menyampaiakan apresiasi atas kebiajakan Presiden Jokowi yang berani mengambil langkah maju dalam menyelesaikan persoalan di Papua karena sikap tersebut merupakan sikap yang baik dalam menegakan HAM di Indonesia. Sekali lagi, terima kasih Bapa Presiden dari kami warga Wamena. Wa..wa..wa..wa..wa

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s