KNPB : Tanpa Izin Polri, Aksi Tetap Berlangsung

KNPB-480x360Ruang Demokrasi merupakan hak yang harus difasilitasi oleh setiap negara yang menjunjung demokrasi, apapun nama demokrasinya. Ruang Demokrasi sering diartikan sebagai penyampaian ekspresi agregasi kepentingan melalui berbagai bentuk baik melalui penyampaian argumen lewat tulisan, kegiatan diskusi, dengar pendapat atau semacamnya bahkan dalam bentuk aksi unjuk rasa. Dari sekian banyak bentuk ruang demokrasi, aksi unjuk rasa lah yang paling banyak dipilih oleh banyak kelompok masyarakat atau civil society. Hal tersebut cukup beralasan, mengingat selain dinilai sebagai langkah yang lebih konkret dalam mengekspresikan agregasi kepentingan kepada pemangku kebijakan, juga dalam pelaksaanaanya aksi ini tidak hanya menyampaikan pesan kepada pemangku kebijakan tetapi juga pesan tersebut dapat tersampaikan kepada media massa bahkan masyarakat yang melihat kegiatan tersebut.

Penyampaian ruang demokrasi berupa aksi unjikras Itu pun yang selama ini dipilih KNPB dalam menyerukan pembebasan West Papua. KNPB menilai bahwa aksi unjuk rasa dinilai lebih efektif tidak hanya dalam mencari perhatian pemerintah tetapi juga masyarakat internasional melalui pemberitan media-media cetak dan ektronik. Tidak jarang dalam aksinya KNPB melakukan setting bahwa aksi unjuk rasa akan lebih efektif jika berakhir anarkis bahkan ada aktivis KNPB yang ditangkap oleh pihak aparat kemanan. Kedua sekenario ini sekana menjadi indikator keberhasilan aksi unjuk rasa KNPB yang selama ini digelar tanpa ijin pihak kepolisian dan tidak jarang terjadi penagkapan aktivis KNPB oleh apparat kepolisian.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Jubir KNPB, Bazoka Logo dalam rapat menjelang pelaksanaan aksi mendukung ULMWP masuk MSG menyatakan bahwa “aksi akan terus berlangsung walau tanpa izin dari Polri, jika adalam aksinya terdapat aktivis yang ditangkap aparat kemanan maka biarkan saja”. Pernyataan Jubir KNPB tersebut jelas merupakan strategi yang sengaja dilakukan untuk memperoleh perhatian pemerintah dan dunia internasional. Menginat selama ini isu pelanggran HAM oleh aparat kemanan dan pembungkapan terhadap ruang demokrasi masyarakat asli Papua menjadi isu-isu strategis yang dilakukan oleh KNPB dalam berbagai aksinya. Lantas pertanyaannya bagaimana agar penyampaian agregasi kepentingan dalam ruang demokrasi sesuai dengan hukum dan dinilai wajar disetiap Negara di dunia?

Penyampaian Artikulasi di Negara Demokratis di Dunia

Berdasarkan referensi buku-buku sistem demokrasi negara-negara demokratis di dunia yang intinya ruang demokrasi atau unjuk rasa merupakan aktivitas wajar di negara-negra demokrasi di dunia, sepanjang tidak menggangu aktivitas masyarakat dan tidak bertentangan dengan hukum positif yang berlaku. Sudah menjadi keharusan bahwa setiap aktivitas warga negara, wajib dan tunduk terhadap hukum positif yang berlaku. Begitupun dalam hal penyampaian ekspresi dari agregasi kepentingan dalam berdemokrasi. Intinya Apapun bentuk aksi unjuk rasa dan berasal dari kelompok manapun yang berunjuk rasa dalam menunjukan ekspresinya harus disesuai dengan hukum yang berlaku, tepatnya harus sesuai dengan izin pihak kemanan yang memiliki wewenang untuk menjaga agar pelaksanaan aksi unjuk rasa tersebut berjalan dengan baik dan tidak menggangu aktivitas masyarakat lainnya apalagi terjadi aksi yang anarkis. Jika aksi unjuk rasa tersebut tetap dilaksanakan tanpa ijin pihak keamanan maka jelas telah terjadi tindakan pelanggran hukum di Negara demokrasi, karena pada dasarnya hukum positif yang berlaku merupakan hasil dari kesepakatan dalam berdemokrasi jauh sebelum adanya aksi unjuk rasa.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s