Mari Jaga Pelaksanaan Pilkada di Maluku dari Isu SARA

PilkadaPasca rampungnya pengesahan UU Pilkada baru oleh DPR, maka Indonesia akan segera memasuki era baru dalam kehidupan demokrasi lokal, yakni diberlakukannya Pilkada serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali dengan wilayah Maluku dimana empat kabupatennya seperti Buru Selatan, Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya akan mengadakan Pilkada serentak.

Tentu semua berharap agar Pilkada ini nantinya dapat berjalan dengan aman lancar dan demokratis sehingga terpilih seorang pemimpin yang baik dan mampu membawa kesejahteraan di masing – masing daerahnya nantinya. Namun setiap keinginan baik yang ingin dicapai seringkali tidak berjalan dengan semestinya. Banyak oknum menghalalkan segala cara untuk memuluskan kepentingan sendiri namun dapat merugikan orang banyak. Salah satunya dengan memanfaatkan isu SARA.

Tindakan menggunakan isu SARA demi keuntungan pribadi dalam Pilkada tentu tidak bisa dimaafkan mengingat konflik di Maluku yang disebabkan oleh permasalahan SARA. Indikasi memanfaatkan isu SARA sudah terlihat di wilayah MBD dimana salah satu oknum calon menghembuskan isu gereja yang berbeda dari mayoritas gereja masyarakat MBD pada umumnya. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan karena isu semacam ini dapat menyulut konflik sehingga dapat mengganggu pelaksanaan Pilkada.

Dalam hal ini perlu adanya tindakan tegas dari pihak pengawas Pilkada nantinya dalam menindak oknum penyulut isu SARA ini siapapun dia apapun latar belakangnya karena sesungguhnya mereka dari awal sudah memiliki niat yang tidak baik dan tidak tulus dalam mensejahterakan masyarakat. Disamping itu para kandidat kepala daerah juga diharapkan untuk mulai sadar bahwa isu – isu SARA hanya akan membawa kerugian orang banyak. Tentu saja para kandidat ini harus mengingat trauma konflik SARA yang dulu melanda Maluku jangan sampai terulang kembali dan merusak tatanan hidup masyarakat saat ini yang pelan – pelan namun pasti sudah menuju kearah yang baik.

Saat ini para kandidat seharusnya beradu visi dan misi dalam rangka pembangunan daerah dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan daerah dan bukan nya memunculkan isu SARA yang tidak perlu sehingga tercipta sebuah pelaksanaan Pilkada yang demokratis dan juga pelajaran politik penting bagi masyarakat banyak.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s