Ones Suhuniap : Masyarakat Maluku & NTT bukan Melanesia

3_MelanesiaBeberapa waktu lalu pada berbagai media interaktif lokal Papua, tersiar berita tentang pernyataan sikap Ones Suhuniap yang bertindak sebagai “Sekretaris Umum” perkumpulan/kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam rangka menanggapi pengajuan aplikasi keanggotaan pada organisasi kenegaraan Melanesian Spearhead Group (MSG) oleh Pemerintah Indonesia. Pernyataan sikap yang diduga sebagai upaya provokasi tersebut disampaikan dan dipublikasikan secara masal melalui media interaktif oleh para simpatisan perkumpulan “illegal” KNPB.

Dalam pernyataan sikap tersebut, Ones menuding pengajuan aplikasi keanggotaan kepada MSG oleh Pemerintah Indonesia tersebut merupakan suatu upaya dalam rangka menghalangi dan menjegal aplikasi keanggotaan Papua untuk menjadi anggota MSG yang diajukan oleh kelompok The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Tudingan tersebut pada prinsipnya tidak memiliki dasar dikarenakan kebijakan Pemerintah Indonesia bergabung dengan MSG salah satu tujuannya adalah untuk mengakomodasi berbagai kepentingan seluruh masyarakat Ras Melanesia yang ada di Indonesia, termasuk Papua.

Kebijakan tersebut ditempuh oleh Pemerintah Indonesia dimaksudkan agar masyarakat Ras Melanesia Indonesia dapat bergabung dalam suatu wadah kerjasama lintas negara negara di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan dengan masyarakat Ras Melanesia lainnya yang ada di negara-negara Pasifik. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa, Ras Melanesia yang ada di Indonesia tersebar pada 5 (lima) Provinsi, yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pernyataan sikap selanjutnya yang disampaikan oleh kelompok KNPB melalui Ones Suhuniap adalah bahwa masyarakat Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak termasuk sebagai Ras Melanesia. Pernyataan tersebut tentu saja akan melukai hati dan perasaan seluruh masyarakat Ras Melanesia di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan NTT. Fakta dan hasil penelitian banyak yang telah memberikan jawaban terkait dengan hubungan dan beberapa kesamaan antara masyarakat Maluku dan NTT dengan masyarakat pada negara-negara pasifik.

Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas merupakan salah satu provinsi tertua di Indonesia. Pada tahun 1999, sebagian wilayah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku Utara. Suku bangsa Maluku didominasi oleh Ras Suku Bangsa Melanesia Pasifik yang masih memiliki kekerabatan dengan masyarakat Fiji, Tonga dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik. Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa bangsa kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh: Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi budaya Hawaii). Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat serta profil tubuh yang lebih atletis, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan dengan aktivitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.

Berkaitan dengan masyarakat NTT sebagai bagian dari Melanesia, mayoritas penduduk Provinsi NTT merupakan ras atau campuran Melanesia. Selain itu, Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan memproyeksikan Provinsi NTT sebagai Pusat kajian Melanesia. Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Provinsi NTT didaulat menjadi tuan rumah dalam ajang Festival Melanesia pada bulan Oktober 2015 mendatang. Sekitar 11 (sebelas) negara yang masuk dalam ras Melanesia akan berpartisipasi dalam ajang festival dimaksud.

Setelah melihat fakta di atas, maka secara otomatis telah menggugurkan esensi dari pernyataan sikap KNPB yang disampaikan oleh Ones Suhuniap. Diharapkan agar masyarakat yang berasal dari Ras Melanesia yang berada di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan NTT tidak terprovokasi terhadap pernyataan Ones Suhuniap tersebut. Jika dilihat dari konteksnya, pernyataan tersebut mengandung unsur adu-domba yang bertujuan untuk memecah-belah bangsa Melanesia yang ada di Indonesia.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s