MSG : Melanesia Indonesia Lebih Representatif dari ULMWP

Melanesia Indonesia Lebih Representatif dari ULMWP di Dalam MSGKeputusan KTT MSG ke-20 di Honiara, Kepulauan Solomon tanggal 24-26 Juni 2015, adalah menerima aplikasi Melanesia Indonesia menjadi anggota MSG, sedangkan ULMWP hanya sebagai pengamat saja. Hasil keputusan ini menunjukkan bahwa KTT MSG melihat Melanesia Indonesia (Melindo) lebih representatif dari ULMWP. Melindo mewakili ras melanesia yang ada di Indonesia, yaitu di 5 Provinsi (Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat), sedangkan ULMWP hanya gerakan separatis dari Papua Barat.

Perdana Menteri PNG, Peter Oneill, mengatakan ia menyambut partisipasi West Papua/ULMWP, tetapi melalui Melanesia yang lebih besar dengan melibatkan 5 Provinsi Melanesia di Indonesia. Ia beranggapan bahwa 5 Provinsi lebih representatif. Dukungan dari pemerintah PNG lebih berprinsip mendukung Melanesia Indonesia (Melindo), yang dipimpin, Frans Alberth Yoku dan Nick Messet. Selama ini, orang papua berusaha memisahkan diri dari penjajahan Indonesia, tetapi sejauh ini, perjuangan politik memanfaatkan kepentingan orang-orang tertentu.

Sementara itu, Benny Wenda, Juru Bicara ULMWP mengatakan bahwa ULMWP didukung oleh 155.000 orang, dimana ribuan lainnya adalah dukungan dari warga muslim atau pendatang yang ada diatas tanah West Papua. Sedangkan, menurut Pato, Etnis melanesia di Indonesia mencapai 11 juta orang. Mereka tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. “Jika ada aplikasi baru (untuk MSG), harus representatif bagi etnis melanesia di Indonesia. Dan itu adalah keputusan para petinggi MSG,” kata Pato. Hal diatas menunjukkan representatif baik dari jumlah keterwakilan Melindo lebih representatif dari ULMWP yang hanya organisasi kepentingan Papua Barat saja.

Fiji dan PNG tidak diharapkan untuk mendukung keanggotaan untuk Papua Barat, sedangkan Vanuatu dan FLNKS Kaledonia Baru harap tidak beresiko mengambil keputusan yang tidak mempunyai dasar untuk mendukung ULMWP masuk di MSG sekalipun sebagai Pengamat, itu merupakan keputusan yang tidak tepat.

Papua Nugini menyatakan siap menjadi penghubung Indonesia dengan negara-negara di kepulauan pasifik selatan serta membantu Indonesia masuk dalam keanggotaan Melanesian Spearhead Group (MSG). “Negara kami memiliki perbatasan darat dengan Indonesia, ini akan menjadi sangat bagus jika Indonesia bergabung,” kata Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Rimbink Pato usai pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno LP Marsudi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (19/4/2015).

Pato menambahkan, hubungan Indonesia-Papua Nugini saat ini sangat bagus. Bahkan kerjasama kedua negara terus meningkat setiap waktu. “Kami sangat senang dengan hubungan ini, dan kami menunggu kunjungan presiden Indonesia dalam waktu dekat,” ujarnya. Salah satu bentuk peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan PNG adalah dengan membentuk join commission ketiga antar dua negara. “Kami juga setuju untuk membahas lebih lanjut isu-isu yang tertunda seperti pembebasan bea visa dan isu diplomatik,” kata Menlu Retno.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s