ULMWP Bukan Wakil Masyarakat Papua

7_ULMWPEuforia masyarakat Papua terhadap kabar yang menyatakan bahwa wakil masyarakat Papua, United Liberation Movement for West Papua telah berhasil mendapatkan dukungan negara-negara anggota MSG dengan memberikan statusnya sebagai observer. Namun fakta dilapangan menyatakan berbeda, hampir sebagian masyarakat Papua menacuhkan berita tersebut, karena mereka sudah bosan dengan tipuan-tipuan bahwa Papua akan merdekan tidak lama lagi.

“kami hanya ingin fokus untuk membangun.. mereka hanya tipu-tipu saja” ucap salah seorang tokoh perempuan di Biak, Yuliana Rumbobiar. “stop bikin kami sengsara.. sudah cukup saja disini.. kami ingin membangun bersama Jokowi” tegasnya.

Sebelumnya, KTT Melanesian Spearhead Group yang diselenggarakan di Honiara, Solomon menjadi saksi babak baru perjalanan Masyarakat Melanesia di Indonesia. Indonesia melalui wadah Persaudaraan Melanesia Indonesia (PMI) berhasil mendapatkan peningkatan status dari observer menjadi anggota tetap MSG sebagai perwakilan masyarakat Melanesia di Indonesia. Namun disisi lain juga ada sebuah organisasi yang mengklaim sebagai perwakilan masyarakat Melanesia di Papua bernama (ULMWP) yang mendapatkan status observer.

ULMWP merupakan organisasi bentukan orang Papua yang berada diluar Negeri seperti Benny Wenda yang ingin melepaskan diri dari Indonesia dan ingin membentuk negara sendiri. Keberhasilan mereka mendapatkan status observer ini disambut mereka dengan euforia berlebihan, bahkan Jubir KNPB Bazoka Logo mengatakan bahwa status observer ini menambahkan spirit mereka hingga 10 Kali lipat untuk memperjuangkan Papua Merdeka.

NAmun kabar yang sebenarnya, keputusan KTT MSG 26 Juni lalu hanya menyatakan bahwa ULMWP mendapatkan status observer sebagai perwakilan masyarakat Melanesia di luar negeri atau dengan kata lain masyarakat diaspora Melanesia sedangkan untuk Indonesia mendapatkan peningkatan status menjadi anggota MSG mewakili masyarakat etnis Melanesia yang ada di Indonesia termasuk Papua.

Dari keputusan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ULMWP di pertemuan MSG tidak berhak mencampuri lagi urusan hidup masyarakat Papua karena PMI sebagai perwakilan Indonesia yang berhak menyampaikan aspirasi dan masalah masyarakat Melanesia di Indonesia termasuk daerah Papua.

Selain itu, status observer yang mereka dapatkan hanya menempatkan mereka sebagai pemantau saja dan jika diminta akan memberikan pendapatnya namun tidak bisa ikut dalam membuat suatu keputusan yang strategis. Memang pada akhirnya mereka nantinya bias mengajukan aplikasi sebagai anggota penuh MSG namun hal tersebut masih butuh waktu yang lama dan tentu saja perlu persetujuan mayoritas anggota.

Oleh karena seperti pernyataan beberapa tokoh politik, bahwa sesungguhnya perjuangan Papua merdeka ini untuk masuk ke dunia pergaulan internasional dan ikut berperan didalamnya, masih jauh panggang dari api, yang ada di perjalanannya nanti ULWMP hanyalah sebuah alat yang dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk keuntungan pribadi dengan menjual isu pelanggaran HAM dan masyarakat Papualah sebenarnya yang sangat dirugikan.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s