Lukas Enembe : Lebih Baik ‘plesir’ ke Jakarta toh

Andi_1Salah satu faktor pendukung yang akan mempengaruhi kemajuan sebuah daerah terletak pada pemimpin daerah tersebut. Pemimpin daerah yang dimaksud di sini adalah Gubernur pada tingkat Provinsi dan Bupati/Walikota pada tingkat Kabupaten/Kotamadya. Hal ini tentu saja berbanding lurus dengan kondisi bahwa berbagai kebijakan yang diterapkan untuk menunjang kemajuan daerah tersebut berada pada kepala daerah. Padahal, para konstituen memilih kepala daerah dalam pesta-pesta demokrasi dengan harapan agar pemimpin yang diilihnya dapat menjadi aktor utama bagi kemajuan daerah tersebut yang pada akhirnya akan berimplikasi positif terhadap peningkatan kualitas hidup mereka.

Namun demikian, realita yang terjadi adalah beberapa kepala daerah justru terkesan cenderung mengabaikan kondisi tersebut. Sikap tersebut tentu saja akan menciderai kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat sehingga berdampak pada menurunnya legitimasi masyarakat terhadap pejabat publik di daerah. Selain menurunkan legitimasi, sikap-sikapntersebut tentu saja akan memberikan pengaruh kurang baik bagi masyarakat, sehingga masyarakat juga akan cenderung apatis dan antipati terhadap pemerintah daerah.

Salah satu kepala daerah yang menjadi pokok pembahasan dalam tulisan ini adalah Lukas Enembe (Gubernur Papua). Tercatat bahwa, Gubernur Lukas Enembe dengan tanpa alasan yang jelas tidak pernah menyambut kedatangan Joko Widodo (Presiden RI) dalam dua kali agenda kunjungannya ke Papua beberapa waktu lalu. Hal ini akan menjadi sorotan publik terkait kepatutan seorang kepala daerah terhadap kepala negara mengingat bahwa Gubernur merupakan ‘perpanjangan tangan’ dan menjalankan fungsi pendelegasian dari pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Presiden.

Fakta mencengangkan yang juga terungkap adalah bahwa ternyata Lukas Enembe dan beberapa pejabat daerah di Papua lainnya seringkali menghabiskan waktunya di daerah lain (paling sering berada di Jakarta) untuk urusan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan kedinasan. Sangat miris jika mengingat berbagai permasalahan besar yang sedang terjadi di Papua, seperti persoalan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, keamanan, dan lain sebagainya.

Padahal, Pemerintah Pusat telah mencanangkan berbagai program dalam upaya meningkatkan kemajuan Papua. Melalui dana Otonomi Khusus, setiap tahun Pemerintah Pusat telah menggelontorkan dana sekitar Rp. 37 Trilyun untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Namun yang perlu disayangkan adalah Gubernur Lukas Enembe cenderung tidak mampu menjabarkan program Pemerintah Pusat tersebut menjadi program pembangunan daerah. Lebih dari itu, dana Otonomi Khusus tersebut seringkali menguap tanpa fisik yang jelas, sehingga menjadi wajar apabila Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (Fitra) pernah merilis Papua termasuk lima besar daerah terkorup di Indonesia.

Lebih jauh lagi, Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri) pernah menyatakan bahwa banyak oknum pejabat di Papua termasuk Gubernur Lukas Enembe sering menghabiskan waktu untuk melancong di Jakarta. Selain itu, Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan) juga pernah menyatakan bahwa ada kecenderungan ketiadaan pejabat di Papua berhubungan dengan “menguapnya” dana khusus untuk Papua yang berjumlah sekitar Rp37 triliun dari APBN yang diberikan setiap tahun.

Gubernur Papua dan para Bupati serta pejabat daerah lainnya yang seringkali tidak berada di Papua merupakan salah satu faktor penghambat pembangunan di Papua. Seharusnya seorang pejabat publik harus mampu memberikan contoh keteladanan kepada masyarakatnya bahwa para pemimpin selalu ada di tengah mereka (masyarakat). Dalam masalah ini, masyarakat Papua juga harus mengambil bagian sebagai fungsi kontrol pemerintah daerah dalam rangka ikut mengawal kemajuan Papua.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s