Papua : OPM Mencari Sensasi di Momen HUT RI

Agus_5Kalau kita lihat jalannya HUT Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke 70 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Darwin Asutralia kemarin, masih ada ternyata sebagian orang yangh tidak sepaham akan hal tersebut khususnya kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berada di Darwin.

Kelompok tersebut melakukan aksi unjuk rasa tepat di belakang Inspektur Upacara yang hanya dibatasi kain berwarna putih dan merah, upacara tersebut di pimpin oleh Konsuler Andre Omer Siregar, tidak hanya para OPM saja yang unjuk rasa, ada beberapa bule juga ikut melakukan aksi tersebut yang bergabung dengangn kelompok OPM.

Bahkan disaat upacara baru dimulai, para pengunjuk rasa berteriak dengan menyerukan ‘’Papua Merdeka’’ dan membentangkan spanduk-spanduk gerakan separatis, pejabat RI yang berada di Darwin mengatakan, meski para pengunjuk rasa membuat bising, acara upacara HUT RI tersebut tetap berjalan dengan baik.

Dalam pidatonya Konsuler Andre Omer Siregar mengatakan, mendorong kerja sama antarwarga RI dan Australia baik di bidang sosial, ekonomi, maupun perdagangan, dan bidang keamanan, Konsulat RI di Darwin juga menyambut baik pulihnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia.

Adapun warga Papua di Darwin, Andre mengajak untuk menyaksikan kelompok Nine Hills dari Papua Barat, dengan begitu, mereka bisa lebih mengenalkan Papua Dia pun mengajak kepada warga RI di Darwin, agar tetap memberikan kontribusi kepada negara.

Sumbangsih bisa dilakukan dengan beragam cara, di akhir pidato Andre tak lupa menyerukan kata “Merdeka-Merdeka” yang sontak dibalas peserta upacara dengan semangat, hal tersebut menunjukkan bahwa OPM telah sia-sia dan membuang waktu saja melakukan aksi unjuk rasa.

Kelompok tersebut hanya mencari sensasi saja, padahal sebenarnya mereka hanya ingin mencari sumbangan kepada negara-negara asing untuk kepentingannya sendiri, kenapa mereka berada di Australia..? karena mereka enak hidup disana, fasilitas sudah memadai dan hidup makmur, sedangkan masyarakat yang berada di Papua di cuci otaknya sehingga mereka percaya bahwa OPM telah berusaha sampai keluar negeri.

Apa yang kita lihat sekarang banyak masyarakat Papua menjadi korban kebiadapan OPM, mereka menindas rakyat kecil yang sudah percaya bahwa Papua sudah merdeka dengan bingkai NKRI sejak dulu.

Apakah OPM tidak melihat kebijakan Pemerintah selama ini, tidaklah mereka (aktivis organisasi-organisasi Papua Merdeka) pahami, atau setidaknya, telah salah mereka pahami. Apapun kebijakan pemerintah, selalu dipandang sebelah mata oleh mereka dan kebijakan pemerintah, selalu dianggap salah oleh mereka.

OPM juga menyebarkan isu-isu yang tidak benar, mereka menyebarkan isu bahwa di Papua terjadi Genocide, yang senyatanya tidak pernah terjadi. Mereka menyebarkan isu di Papua sering terjadi pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) oleh aparat dan pemerintahan, yang senyatanya tidak demikian. Mereka menyebarkan isu bahwa pemerintahan Indonesia melakukan penindasan terhadap warga Papua, yang senyatanya hal itu hanya isu belaka.

Tidak hanya itu dalam perjuangan mencapai tujuannya, organisasi-organisasi pejuang kemerdekaan Papua (Penidistegrasian dari NKRI) tersebut berjuang dengan beragam cara. Mulai dari menghasut warga, hingga demontrasi-demontrasi yang rusuh. Mulai dari menyusup dalam pemerintahan, hingga membentuk kelompok bersenjata yang bermukim di gunung-gunung. Mulai dari mengkampanyekan keinginannya di dalam negeri, hingga mengkampanyekannya di luar negeri.

Mereka sungguh tidak paham, atau setidaknya selalu salah memahami Pemerintah, semoga mereka akan segera sadar, semoga segera mereka turut membantu Pemerintah membangun Papua kita ini dan semoga segera mereka turut membantu Pemerintah mencerdaskan Papua.

Sudah saatnya kita bersama-sama menghentikan tumbuh dan kembangnya gerakan kriminal bersenjata, dan menangkap kelompok kriminal bersenjata yang berada di wilayah Papua dan di luar negeri.

Generasi muda di Papua sudah sadar dan mengerti akan kecintaannya terhadap bangsa Indonesia. Untuk tidak terhasut dalam perjuangan kemerdekaan yang tidak ada pangkal dan ujungnya selama ini, tentang kejelasan nasib yang tidak jelas dan condong kepada gerakan separatis yang selalu memperkeruh keadaan.

Masyarakat Papua butuh generasi dan calon pemimpin guna mewujudkan Tanah Papua lebih damai dan sejahtera bukan kemerdakaan, karena Papua merupakan bagian integral Republik Indonesia.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s