Masyarakat Perbatasan Papua Tak Perlu Takut Kekurangan Listrik

listrik papua

Image Source

Aliran listrik di Papua memang masih belum seluruhnya terbagi rata di wilayah Papua. Masih ada beberapa wilayah Papua yang belum terpenuhi kebutuhan listriknya selama 24 jam. Di samping itu, semua desa di Papua sudah memiliki sumber daya listrik sendiri dengan memanfaatkan kondisi alam yang ada, seperti PLTA Baliem dengan kapasitas 50 Mega Watt.

Pengembangan dan pembangunan infrastruktur di Papua terus dilakukan oleh pemerintah. Sampai di wilayah perbatasanpun dilakukan perluasan jaringan listrik. Sebanyak empat kampung di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG) resmi mendapatkan fasilitas listrik 24 jam dari pemerintah setempat yang sebelumnya hanya dapat menikmati fasilitas listrik 6 jam perhari. Keempat kampung itu adalah Kampung Skouw Yambe, Skouw Mabo, Skouw Sae dan Mosso. Perluasan jaringan hingga perbatasan yang dilakukan oleh PLN wilayah Papua dan Papua Barat WP2B diterima baik oleh masyarakat perbatasan.

Selain itu, General Manager PLN WP2B, Robert Sitorus menuturkan pemerintah juga telah menambah suplai listrik di beberapa kampung yang juga terletak di wilayah perbatasan Papua dan PNG yang terletak di Kabupaten Keerom. Distrik  Senggi yang terletak di Kabupaten Keerom menjadi salah satu kampung yang saat ini bisa menikmati penerangan. Dulunya, Distrik Senggi sudah pernah dialiri listrik, namun hanya sampai tahun 2003 saja. Hal ini menjadi salah satu  Program Pemerintah, PT PLN (Persero) membangun Pembangkit sebanyak 50 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk di Papua.

Untuk ke depan, Japan Gasoline Co. Ltd (JGC) berencana membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 1.000 Megawatt di kawasan Papua. Perusahaan ini sedang mempersiapkan investasi di Indonesia, yakni di bidang elektronik power supply (pembangkit listrik) sebagai cadangan untuk generasi kita berikutnya, bukan mengimpor dari negara lain. Untuk tahap awal, JGC akan membangun pembangkit listrik di kawasan Sorong dengan kapasitas 50 megawatt. Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi mengatakan, pembangkit listrik yang akan dikembangkan JGC ini mengolah batubara kualitas rendah untuk menjadi tenaga listrik dan minyak Batubara tersebut banyak terdapat di kawasan timur Indonesia. Hal itu menjadi salah satu energi alternatif dengan menggunakan batubara yang kurang bermanfaat.

Image Source

Dengan itu semua masyarakat yang berada di wilayah perbatasan tidak perlu khawatir lagi dengan fasilitas listrik yang diberikan oleh pemerintah. Peningkatan seperti ini dilakukan pemerintah untuk terus menggandeng masyarakat yang berada di wilayah perbatasan. Pemerintah akan selalu memperhatikan dan menindaklanjuti pengembangan infrastruktur untuk masyarakat perbatasan yang dirasa kurang. Karena, salah satu tujuan dari Nawa Cita Presiden Jokowi adalah peningkatan perekonomian negara dengan dikembangkan dan dibangunnyanya infrastruktur di daerah-daerah yang kurang. (NEZ)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s