OPM Sudah Mau Untuk Berdiplomasi

LP

IMG SRC

Perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) bukanlah perjuangan yang mengedepankan pendekatan kekerasan. Menurut Panglima OPM Wilayah Perbatasan Papua-Papua Nugini, Lambert Pekikir, yang terpenting bagi organisasinya saat ini ialah bagaimana agar bisa menyampaikan aspirasi ke pemerintah Republik Indonesia melalui jalur dialog damai. Di sisi lain, OPM menuntut pemerintah RI menghormati rakyat Papua dengan berkemauan keras untuk sungguh-sungguh menyelesaikan berbagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

Pemerintah Indonesia sudah terbuka dan transparan dalam penyelesaian permaslahan HAM Papua. Bahkan, Pejabat Negara, Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen Dedi Kusnadi Thamum menyatakan, masyarakat agar tidak terprovokasi atau mengintimidasi warga asal Papua yang tinggal di Jabar dan Banten terkait peristiwa di Tolikara, Papua yang baru-baru ini terjadi. Upaya ini juga dilakukan agar masyarakat Papua tetap menjadi bagian dari keluarga Indonesia.

Lebih kanjut, Ia menyampaikan agar seluruh anggota prajurit dan PNS di jajarannya beserta keluarganya untuk tidak mudah terhasut dan terprovokasi berkaitan insiden di Tolikara, Papua itu. Justru, lanjut dia, akan lebih baik untuk ikut serta menenangkan situasi di lingkungannya, dan bersikap jernih menghindari kebencian terhadap sesama warga Indonesia.

Seluruh kasus HAM di Papua sudah melalui runtutan proses hukum yang dinaungi oleh Komnas HAM. Komnas HAM di Papua telah mengungkap kasus-kasus HAM secara jujur dan benar. Selain itu, tidak perlu ada campur tangan pihak asing untuk menyelesaikan permasalahan ini, apalagi meminta bantuan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemerintah sudah berusaha penuh dengan memberikan perhatian lebih terhadap Papua, ditandakan dengan kejadian tahun 2014 lalu, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf secara langsung atas pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dan memberikan grasi tehadap Tapol OPM. Namun, beberapa masyarakat yang setuju Papua Mereka tidak memberikan maaf tersebut, malah mereka menuntut balik dengan permintaan yang lebih besar yakni, mereka ingin melepaskan diri dari Indonesia. Pemerintah sangat menyesalkan pernyataan tersebut, dan akan menjadi koreksi untuk lebih memperhatikan keadaan dan dinamika Papua saat ini.

Ada niat baik yang dinyatakan oleh Lambertus Peukikir untuk merundingkan dengan kepala dingin membahas permasalahan-permasalahan yang ada di Papua. Dia menyatakan bahwa akar konflik Papua mesti diselesaikan dengan duduk dalam satu meja. Kami berniat melakukan dialog supaya tidak jatuh korban, tidak hajar manusia. Sudah cukup cara-cara kekerasan. Aspirasi kami sudah disampaikan ke pemerintah pusat. Kalau ada keseriusan pemerintah, buka ruang dialog, maka kami dari gunung, pantai, hutan, akan datang menyampaikan aspirasi lebih lanjut.

Dengan adanya niat seperti itu, pemerintah diharapkan menanggapi dengan positif dan membuat hubungan antara pemerintah dan warga papua terjalin dengan damai. Rakyat papua juga harus sabar dan selalu mendukung program pemerintahan demi kemajuan seluruh wilayah di Indonesia, seperti yang dinyatakan oleh Nawa Cita Jokowi untuk memprioritaskan infrastuktur wilayah-wilayah yang kurang terjangkau demi keseimbangan perekonomian negara. (NEZ)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s