INDAHNYA TOLERANSI DI TOLIKARA

336274_pertemuan-lintas-agama-di-polres-tolikara_663_382

(Persiapan pengamanan Sholat Idul Adha di Kab. Tolikara. Sumber: http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2015/09/14/336274_pertemuan-lintas-agama-di-polres-tolikara_788_454.jpg )

Hari Raya Idul Adha yang dirayakan oleh seluruh muslim di seluruh dunia juga dapat dirayakan oleh saudara-saudara Muslim di Kab. Tolikara. Sebelumnya, pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri terjadi kesalahpahaman yang membuat adanya sedikit gangguan dalam jalannya ibadah tersebut. namun, memang tidak pernah salah semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika, kesalahpahaman tersebut sudah bisa diselesaikan dan membuahkan hasil yang manis. Salah satunya adalah dengan selisish waktu yang kurang lebih dua bulan, Saudara Muslim di Tolikara sudah dapat merayakan apa yang seharusnya.

Sholat yang dipusatkan di Masjid Chaerul Ummah yang terletak di samping Koramil Karubaga itu diikuti oleh ratusan umat Islam yang ada di Karubaga. Shalat Idul Adha di Masjid Chaerul Ummah dipimpin oleh iman Syekh Aleh Shaleh Muhammad Ali Djabir dan khotib Fadlan Germatan. Meskipun diiringi hujan rintik-rintik, pelaksanaan Sholat Idul Adha tetap tidak mengurangi khidmad nya sholat tersebut.

Wujud Kepedulian Pemerintah

Sebagai bentuk nyata dari usaha Pemerintah untuk mengamankan segala sesuatu hak beribadah untuk seluruh rakyatnya, aparat keamanan disiapkan disekitar lokasi pelaksanaan Sholat Idul Adha. Hal ini bukan berarti Pemerintah RI meragukan atau bahkan tidak percaya dengan kerukunan umat beragama yang ada di Tolikara, namun hanya Pemerintah RI hanya ingin menghilangkan trauma masyarakat atas kejadian pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri, 17 Juli 2015, kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan, ada penambahan personil di Tolikara. Mereka terdiri dari Brimob dibantu TNI ikut mengamankan agar warga bisa beribadah Idul Adha dengan khusyuk.

http://news.metrotvnews.com/read/2015/09/24/434231/salat-idul-adha-di-tolikara-aman

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/09/24/nv5mpu359-mensos-shalat-idul-adha-di-masjid-khairul-ummah-tolikara

http://nasional.tempo.co/read/news/2015/09/24/173703370/salat-idul-adha-di-tolikara-berlangsung-aman

Selain dengan aparat keamanan, wujud kepedulian Pemerintah RI juga dirupakan dengan hadirnya Menteri Sosial, Kofifah Indar Parawangsa.

Momentum Berbagi

Idul Adha sebagai momentum dan intervensi agama yang sangat baik dan menyegarkan kembali semangat pengorbanan. Yaitu berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Selain itu, Idul Adha juga membawa masyarakat untuk semakin solid dan saling berbagai satu sama lain.

Hal itu tak ubahnya sama dengan apa yang terjadi di Tolikara dalam perayaan Idul Adha kemarin. Kelompok non muslim, nasrani, termasuk GIDI, membantu rakyat Muslim untuk mendirikan tenda yang akan digunakan Sholat Id. Pemotongan hewan kurban juga dilaksanakan bersama-sama.

Komunitas muslim Kabupaten Tolikara, Papua, mendapat bantuan puluhan sapi untuk kurban dari sejumlah pihak, hingga totalnya mencapai 35 ekor hewan korban. Salah satu yang mengirim bantuan adalah Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Bupati Tolikara Usman Wanimbo menyampaikan, detailnya, pihaknya memberikan bantuan 6 ekor sapi. “Kami berikan sumbangan hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi kepada masyarakat kita yang merayakan Idul Adha,” kata Bupati Tolikara Usman G Wanimbo.http://news.detik.com/berita/3027484/indahnya-toleransi-muslim-tolikara-terima-bantuan-35-sapi-untuk-kurban

Kondisi Tolikara Saat Ini

Saat ini kondisi di sana kondusif, dalam artian, komunikasi antar pemeluk agama yang berbeda terjalin berkat fasilitasi Gereja Injil di Indonesia (GIDI) dan beberapa ustad seperti diantaranya ustad Ali Mochtar serta Bupati Tolikara. Pembangunan masjid yang telah dilakukan pasca adanya kerusakan juga sudah selesai dengan bantuan kerja sama seluruh pihak.

Pada dasarnya, konflik agama tidak pernah terjadi di wilayah Papua termasuk di Kabupaten Tolikara. Peristiwa gangguan yang terjadi pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang lalu merupakan hasil salah paham saja, dan kurang koordinasi. Bayangkan saja, hanya di Kab. Tolikara yang santer dibilang ada konflik beragama tapi sudah aman kembali dalam waktu kurang lebih dua bulan. Kalau ini saya rasa, entah Pemerintah RI nya yang memang benar-benar peduli dengan rakyat atau penyebab pergesekan sebelumnya bukan karena masalah Agama.

Bagaimanapun, kerukunan umat beragama harus kita jaga bersama, dengan memegang teguh prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s