Kebakaran Papua Sorotan Pemerintah Pusat

kecil-94888260588-kebakaran-hutan

Kebakaran hutan sekarang telah menjadi isu serius yang melanda Indonesia. Hampir di setiap pulau pulau besar di Indonesia mengalami kebakaran hutan ataupun lahan. Mungkin yang sekarang menjadi sorotan utama adalah kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Tidak hanya itu, wilayah Papua juga menjadi atensi utama bagi pemerintah pusat. Jangan sampai adanya kebakaran hutan ini dimotori kepentingan khusus demi menjatuhkan pemerintahan Indonesia, pemerintah akan selalu memperhatikan keadaan Papua khsusnya kesejahteraan masyarakatnya.

Presiden Joko Widodo telah menginstrusikan kepada seluruh jajaran pemerintah yang terkait untuk melaporkan dan segera menangani kebakaran hutan tersebut. Berita terbaru dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa beberapa wilayah di Sumatra hingga Papua berpotensi hujan sepekan ke depan. Intensitas hujan bervariasi dari ringan hingga lebat.

Menurut data BMKG, periode hujan akan terjadi pada 27 hingga 30 Oktober 2015. Untuk Sumatra, beberapa daerah yang berpotensi hujan di antaranya, Sumatra bagian utara meliputi Medan dan Aceh, Sumatra Barat dan dan Riau. Di Papua, hujan diprediksi akan terjadi di Papua Barat, Tengah dan Selatan, tapi semuanya dengan intensitas ringan. Kepala Bidang Sub-Informasi BMKG, Hari Tirto Djatmiko, mengatakan bahwa turunnya hujan tentunya akan mengurangi kabut asap yang saat ini melanda sebagian wilayah di Indonesia. Tapi untuk memadamkan titik api diperlukan hujan dengan intensitas lebat secara terus menerus. Meskipun ada hujan, perlu hujan yang sifatnya lama dan berhari-hari untuk memadamkan.

Merujuk data BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (21/10), jumlah titik api di seluruh Indonesia meningkat drastis menjadi 3.226 titik, dengan sebaran meluas dari Sumatra, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Tidak hanya BMKG yang menangani, bahkan aparat keamanan yang selalu menjadi sasaran kelompok kepentingan bersenjata maupun kelompok pro separatis juga melakukan penanganan terhadap kebakaran hutan yang terjadi di Papua. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian aparat keamanan RI yang selalu peduli kepda masyarakat Papua.

Dari sisi TNI, Komandan Komando Daerah Militer 1710 Mimika Letnan Kolonel Infanteri Andi Kusworo mengatakan personelnya sudah siap diperbantukan di daerah yang terkena kebakaran hutan seperti Merauke dan Mappi. Dari sini TNI Mimika siapkan 111 personel, sementara yang siap membantu dari luar ada sekitar 100 personel. Untuk mengatasi masalah kebakaran tersebut, TNI beserta pemerintah daerah setempat terus melakukan upaya pemadaman. Namun medan yang sulit terjangkau dan terlampau luas membuat upaya itu mengalami cukup banyak kendala. TNI juga berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk menyediakan bantuan andai dibutuhkan, misalnya dengan membentuk tim gabungan di lokasi kebakaran.

Berdasarkan data satelit Terra Aqua, kemarin lusa, di wilayah timur Indonesia terdapat 819 titik api yang mayoritas ada di Provinsi Papua. Banyaknya jumlah titik api itu, membuat pemerintah Indonesia tidak bisa tinggal diam. Kesejahteraan masyarakat Papua harus diutamakan. Untuk penanganan kali ini dibutuhkan adanya peran aktif masyarakat dalam pencegahan atau penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. (NEZ)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s