Papua Bukan Milik Indonesia, Papua Keluarga Indonesia

puncak

Hampir setiap hari ada pemberitaan dari Papua, dari pemberitaan yang baik maupun yang dinilai kurang baik. Namun pada dasarnya berita itu semua merupakan suatu bentuk koreksi positif untuk pemerintah dan masyarakat Papua selangkah lebih maju. Jokowi, selaku presiden Indonesia tidak ingin muncul sedikitpun isu-isu negatif tentang Papua. Oleh karena itu dirinya selalu berusaha untuk menggandeng Papua layaknya saudara sediri dan menjadi keluarga NKRI.

Hal nyata yang akan diusahakan oleh Presiden Jokowi dengan membangun tol laut agar wilayah timur Indonesia tidak mengalami diskriminasi harga-harga kebutuhan pokok sehari-hari dengan daerah-daerah laindan memberikan kesempatan bagi pemuda-pemudi daerah berperan aktif dalam posisi-posisi strategis nasional. Tetapi selain fokus terhadap pembangunan di Papua, kewaspadaan akan upaya gerakan separatisme tentu tetap perlu dicegah. Ancaman dan bahaya gerakan separatis di Provinsi Papua dan Papua Barat bisa saja mengancam keutuhan NKRI. Ancaman itu bisa datang dari pendiri organisasi separatis Free West Papua, Benny Wenda yang kini tinggal di Oxford, Inggris pasca kabur dari penjara di Papua pada tahun 2002.

Seperti diketahui, dalam tempo kurang dari dua tahun kelompok separatis Free West Papua pimpinan Benny Wenda telah membuka kantor di Belanda dan Australia menyusul pembukaan kantor pertama di kota Oxford, Inggris pada April tahun 2013. Melalui kampanyenya dikalangan kampus, Benny mengklaim dukungan terus mengalir setelah diadakan pendekatan-pendekatan. Demi mencegah dan mengantisipasi gerakan separatis yang muncul dari Benny Wenda, Presiden Jokowi harus bersikap lebih progresif dan preventif dalam menanggapi hal tersebut. Melakukan komunikasi politik kepada negara-negara Internasional untuk tidak mengizinkan dan tidak menanggapi berbagai tindakan yang akan dilakukan oleh gerakan separatisme, merupakan salah satu minimal tindakan yang bisa diaplikasikan.

Gerakan separatis di Papua sebenarnya tidak akan terjadi lagi, bila mengacu pada pemerintahan Presiden Jokowi yang memiliki tekad yang kuat untuk mensejahterakan rakyat di papua, minimal sejajar dengan provinsi-provinsi lainnya. Selain itu, calon pemimpin bangsa yang berasal dari provinsi Papua di antaranya seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise, Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia dan yang baru terpilih sebagai Ketua KNPI Rifai Darus merupakan pertanda bahwa putra-putri Papua juga bisa mengisi pembangunan dan berperan dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mari kita dukung putra-putri asal Papua untuk bisa berperan aktif dan menunjukkan rasa cinta tanah airnya (nasionalisme) kepada bangsa Indonesia dalam mengisi pembangunan khususnya di Papua dan wilayah Indonesia lainnya sehingga isu-isu separatis tidak muncul lagi serta provinsi Papua tetap selamanya menjadi bagian NKRI dalam bingkai keanekaragaman. Selain itu, mari kita awasi kinerja Pemerintahan Jokowi agar bisa menepati janjinya di masa kampanye sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa sejahtera dan sentosa. Peran dari masyarakat Papua pun sangat diperlukan agar untuk tidak terprovokasi dari propaganda yang dilakukan segelintir separatis untuk memisahkan diri dari NKRI. Karena pada dasarnya Pemerintah dulu dan sekarang tidak ingin wilayah Papua pisah dari tanah air tercinta ini dan akan tetap menjadi keluarga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena Papua bukan milik Indoesia, namun keluarga Kami, Indonesia. (NEZ)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s