Pilkada Papua Aman Dari Kelompok Bersenjata

ilustrasi-pilkada-serentak-2015Pilkada sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat, apalagi dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 9 Desember tahun ini. Hampir semua wilayah di Indonesia melaksanakan Pilkada serentak. Pilkada ini perlu dilaksanakan dengan jujur dan tertib, mengingat pemimpin yang kita pilih merupakan pimpinan yang akan memimpin wilayah masing-masing untuk beberapa tahun kedepan.

Pilkada di Papua sendiri diharapkan dapat dilaksanakan dengan tidak adanya permasalahan yang terjadi. Banyaknya ancaman dan kepentingan luar negeri yang ada di Papua membuat beberapa program pemerintah tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan peran dari masyarakat untuk menyikapi dengan bijak adanya Pilkada serentak ini.

Kelompok bersenjata di Papua telah melkukan gerakan-gerakan demi merusak atau menggagalkan Pilkada serentak ini.

Pada Pilkada serentak mendatang, TPS rawan khusus adalah wilayah berpotensi diganggu oleh kelompok-kelompok tertentu. Kelompok-kelompok tersebut antara lain, kelompok sipil bersenjata. Oleh karena itu Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw memerintahkan para kapolres yang daerahnya menyelenggarakan pilkada, untuk melakukan sinergitas yang baik dengan pemda masing – masing. Termasuk menyiapkan tempat pemungutan suara (TPS) yang dikategorikan sebagai rawan khusus.

Daerah rawan khusus merupakan daerah yang mempunyai tingkat ancaman tinggi seperti kelompok bersenjata, jika yang kelasnya hanya rawan 1 rawan 2 masih bisa ditangani oleh Polri dan Brimob. Namun kalau untuk rawan khusus Polri pasti akan minta bantuan pengamanan dari TNI.

Hal yang mengancam tersebut dihawatirkan dilakukan oleh kelompok bersenjata untuk menjatuhkan pemerintahan Indonesia dan memberitahu kepada dunia bahwa Indonesia  tidak dapat melaksanakan sistem pemerintahannya dengan baik dengan menganut asas demorasi.

Pengaman yang dilakukan aparat keamanan yakni Sebanyak 3.346 personel Polri disiapkan untuk mengamankan Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 di 11 Kabupaten di Papua. Rinciannya, 281 personel akan dikerahkan untuk mengamankan pilkada di Kabupaten Keerom. Kemudian 218 di Yahukimo, 406 di Pegunungan Bintang, 233 di Boven Digoel 233 personel, 463 Merauke, 202 di Asmat, 585 di Jayawijaya. Lalu 190 di Supiori, 162 di Membramo Raya, 193 di Waropen, dan 413 di Nabire. Kekuatan yang ada sebanyak 3.346 personel, ini sudah termasuk dengan BKO Brimob

Begitulah pengamanan yang dilakukan oleh pemerintah RI. Penjagaan sangatlah ketat demi lancarnya acara Pilkada serentak dan demi kedaulatan NKRI bahwa Papua adalah keluarga Indonesia. Segala bentuk usaha dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah demi menjaga kesejahteraan Papua. Sekali lagi, peran masyarakat Papualah yang sangat menentukan bagaimana lancaranya proses pilkada tersebut. (NEZ)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s