1 Desember Momentum Mengacaukan Keamanan Papua

5_Momentum_KacauPeringatan tanggal 1 Desember yang di-klaim oleh sekelompok kecil pemuda Papua sebagai hari kemerdekaan Papua, secara tidak langsung telah membuat masyarakat Papua pada umumnya menjadi resah. Hal itu dikarenakan berbagai pengalaman tanggal 1 Desember pada tahun-tahun sebelumnya seringkali berakhir dengan tindakan anarkis massa yang tentu saja telah merugikan masyarakat Papua sendiri. Ketakutan dalam menjalankan rutinitas dan kecemasan akan terjadinya tindakan anarkis massa yang mengatasnamakan masyarakat Papua, telah menimbulkan keresahan tersendiri.

Kondisi tersebut tentu saja membuat aparat pemerintah melakukan serangkaian persiapan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah Papua sebagai upaya untuk meminimalisir keresahan masyarakat Papua. Terkait hal tersebut, Frits Ramandey (Pelaksana Tugas Ketua Komnas HAM Papua) meminta agar aparat keamanan untuk melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar masyarakat tidak resah dengan aksi-aksi massa yang tidak bertanggung jawab tersebut. Selain itu, hal itu perlu dilakukan untuk menjaga agar kondisi wilayah Papua tetap dalam keadaan yang kondusif.

Fritz juga mengharapkan agar kelompok-kelompok kecil di Papua yang akan memperingati 1 Desember agar dapat menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan masyarakat Papua lainnya. Lebih dari itu, aparat keamanan harus mampu bertindak tegas terhadap segala kemungkinan akan terjadinya situasi yang tidak kondusif. Aparat keamanan juga harus mampi memposisikan hukum di atas segala-galanya apabila kelompok-kelompok tersebut melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Dalam upaya menjaga kondisi wilayah Papua agar tetap kondusif, Polda Papua telah menyiapkan 237 personil untuk mengawal ancaman keamanan di tanggal 1 Desember. Personel ini nantinya juga akan didukung oleh personel Kodam XVII/Cenderawasih, Lantamal V Jayapura, dan Lanud Jayapura. Polda Papua menghimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan hal-hal atau tindakan yang melanggar hukum ataupun keluar dari koridor hukum yang berlaku di negara ini.

Sementara itu, untuk tetap menjaga situasi wilayah Papua dan mengantisipasi ancaman gangguan sitkamtibmas, Kepolisian di Papua beberapa waktu lalu telah melakukan razia gabungan dan berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam, berupa satu bilah samurai, satu bilah badik, satu set busur paku, dan ketapel.

Sangat aneh memang, menjelang tanggal 1 Desember ditemukan banyak sekali senjata tajam yang dibawa oleh kelompok-kelompok kecil masyarakat Papua yang akan memperingatinya. Hal ini sepertinya sebuah sinyalemen bahwa kelompok-kelompok tersebut berniat untuk melakukan kegiatan yang cenderung dapat mengacaukan situasi keamanan di papua. Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa, peringatan tanggal 1 Desember akan dijadikan sebagai momentum oleh kelompok tersebut untuk melakukan tindakan-tindakan provokasi baik terhadap masyarakat Papua lainnya maupun terhadap aparat keamanan.

Diharapkan agar masyarakat Papua pada umumnya tidak terprovokasi terhadap berbagai tindakan provokatif kelompok-kelompok dimaksud. Melaksanakan rutinitas seperti biasanya merupakan pilihan yang sangat tepat, mengingat bahwa aparat keamanan akan dengan sekuat tenaga untuk tetap menjaga situasi keamanan di wilayah Papua.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s